Karantina Sosialisasi Peraturan Pelintasan Hewan di Perbatasan Indonesia-Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Karantina Propinsi Nusa Tenggara Timur menggelar sosialisasi peraturan undang-undang karantina hewan, ikan dan tumbuhan di Kabupaten Belu wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, Jumat (14/7/2017).

Kegiatan sosialisasi peraturan perundangan perkarantinaan ikan dan mutu ikan oleh Kepala Pusat Karantina berlangsung di lantai I Kantor Bea Dan Cukai Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota’ain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur wilayah yang berbatasan langsung dengan districk Bobonaro.

Adapun pokok pembahasan dalam sosialisasi tersebut diantaranya terkait dengan masuk dan keluarnya hewan, ikan dan tumbuhan ke wilayah Negara Indonesia dari luar negeri.

Baca juga : DPRD NTT Usul Event Pariwisata Dikerjasamakan dengan Pihak Ketiga

Dimana berdasarkan undang-undang Karantina nomor 16 tahun 1992 pasal 6 yakni, setiap hewan,ikan dan tumbuhan yang masuk ke wilayah Indonesia wajib dilengkapi dengan sertifikat asal dari hewan tersebut.

Sementara itu pasal 7 , setiap media atau hewan pembawa hama yang akan dikeluarkan dari wilayah Negara Indonesia menuju ke Negara lain harus wajib dilengkapi sertifikat kesehatan bagi hewan, asal dari hewan itu, serta hasil bahan asal hewannya, kecuali media pembawa yang tergolong benda lainnya.

Benda lain dimaksud yakni, melalui tempat-tempat yang telah ditetapkan, dan dilaporkan kepada petugas Karantina di tempat pengeluaran untuk keperluan tindakan Karantina.

Hadir dalam sosialisasi peraturan perundangan tersebut, Kepala Karantina Ikan Propinsi NTT, Bea Dan Cukai PLBN Mota’ain, Imigrasi Pos Mota’ain, Kepala Karantina Timor Leste, Pasi Pers Kodim 1605/Belu, Kapolsek Tastim, Kepala Perhubungan Atambua, Kapospol Mota’ain serta Danpos Brimob Mota’ain.