Paud Fondasi Pendidikan Yang Berkualitas Bagi Generasi Bangsa

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Fondasi dari perkembangan kemajuan pendidikan nasional dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (Paud). Oleh karena itu pondasi pendidikan harus dibangun sejak jenjang pendidikan usia dini demi mental pendidikan generasi muda bangsa di masa mendatang.

Demikian disampaikan Dirjen PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Harris Iskandar dalam kegiatan sosialisasi penuntasan ikut Paud minimal satu tahun pra SD bertempat di gedung Betelalenok, Kamis (6/7/2017).

Iskandar menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Belu yang sudah bekerja mengkampanyekan program Paud di wilayah perbatasan. Daerah Belu menjadi salah satu Kabupaten prioritas dari program Nawacita Presiden Jokowi. Dimana fondasi pendidikan harus dimulai dari Paud, karena 90 persen struktur perkembangan objektif manusia dibentuk pada usia dini.

“Dalam pendidikan Paud itu meningkatkan mutu keingintahuan anak-anak. Peran para Bunda Paud bagi pendidikan anak usia dini di Indonesia sangat besar dan mulia, karena memiliki peran yang luar biasa dalam membangun fondasi pendidikan bagi masa depan anak-anak generasi bangsa,” ujar dia.

Dikatakan, salah satu investasi pembangunan di daerah perbatasan adalah investasi dibidang pendidikan yang dimulai dari Paud dan di wilayah Belu semua riil. Ke depan semua bisa maju sehingga suatu saat jadi pembangunan merata, dan semoga bisa diikuti Kabupaten lainnya.

“Program Nawacita sangat sinkron, dan juga ada yang lebih penting Paud sudah diadopsi 190 negara di dunia dan sudah deklarasikan mengadopsi,” sebut Iskandar.

Lanjut dia, kebijakan yang dilakukan Kemendikbud yakni melakukan advokasi, sosialisasi di Kabupaten perbatasan yang menjadi prioritas utama. Karena itu Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste harus menjadi contoh, terus digalangkan sehingga betul-betul terwujud ke depannya satu desa satu Paud.

Baca juga : Koramil Haekesak Berikan Penyuluhan Warga di Perbatasan Raihat dan Timor Leste

“Bukan hanya sekedar pelayanan, tapi juga Paud yang berkualitas. Paud yang mempunyai lingkungan dan fasilitas ramah anak, berbasis permainan bukan seperti kegiatan pembelajaran seperti di bangku SD,” harap dia.

“ Juga kompoten guru yang profesional, dan juga kecukupan nutrisi dan gizi karena itu butuh kualitas Paud,” sambung Iskandar.

Tambah dia, guna mendukung kesejahteraan para guru Paud Pemerintah Pusat telah mengucurkan dana senilai Rp 3,3 tryliun selama dua tahun. Dalam rangka mendukung kesejahteraan guru Pemerintah membantu dana Biaya Operasional (BOP) sebagai dana transport para guru Paud, dan diharapkan ada inisiatif dari Pemkab Belu untuk membantu Paud khususnya jasa para guru.

“Kita harapkan lembaga Paud di wilayah perbatasan Belu semakin maju, dan juga pendidikan pada umumnya,” pungkas Iskandar.

Sementara itu Bupati Belu, Willybrodus Lay dalam sekapur sirih mengatakan, Pemkab Belu mendukung penuh program yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia melalui program Presiden yakni program Indonesia pintar melalui Paud. Pemkab Belu siap bekerjasama menuntaskan program ikut Paud satu tahun pra SD yang dicanangkan Kemendikbud.

“Khusus di Kabupaten Belu data terkini ada sekitar 27.940 jiwa anak usia dini dan ada 158 lembaga Paud yang beroperasi di wilayah Belu dengan Tutor kurang lebih 400 orang. Mutu pendidikan di daerah perbatasan Belu jangan sampai kalah dengan daerah-daerah lain khususnya negara tetangga Timor Leste,” pesan Lay.

Acara sosialisasi tersebut dibuka secara resmi oleh Dirjen Paud Harris Iskandar dengan pemukulan gong dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama kesepakatan penuntasan ikut Paud minimal satu tahun pra SD oleh Dirjen Paud, Bupati Belu bersama seluruh Camat se-Kabupaten Belu. Hadir dalam sosialisasi tersebut Pimpinan Forkompinda Belu, Wadansatgas RI-RDTL sektor timur Yonif Raider 712/Wiratama, Kadis P dan K Belu, para Bunda Paud, Tutor Paud, Manager Yayasan Sayangi Tunas Cilik Kupang, perwakilan Save The Childern Atambua serta Pejabat dan Staf Kemendikbub.