Polisi Amankan Satu Tersangka Terkait Pembunuhan Purnawirawan TNI

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Tim gabungan Intel Res Polres Belu dan Intelmob Subden 2 Den A Pelopor Atambua berhasil mengamankan satu tersangka berinisial DS alias DKR terkait pembunuhan Joao Vicente Purnawirawan TNI Kodim 1605/Belu yang terjadi di hutan Baun, Dusun Kimbana, Desa Bakustulama, Kabupaten Belu, Senin (26/6/2017).

Tersangka DS menyerahkan diri setelah dijemput tim gabungan dibawah pimpinan Kanit Intelmob Aiptu Mateos Kire di Dusun Maukumu, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk sekitar Rabu, 28 Juni 2017, pukul 22.10 Wita.

Disaksikan di Mapolres Belu sekitar pukul 23.41 Wita tim gabungan yang menjemput tersangka DS dikawal anggota Brimob bersenjata tiba di MaPolres, selanjutnya di serahkan ke unit Reskrim untuk dimintai keterangan.

Kapolres Belu, AKBP Yandri Irsan melalui Kasat Reskrim, Iptu Ricky Dally kepada NTTOnlinenow.com mengatakan, DS diamankan berdasarkan keterangan para saksi yang telah dimintai keterangan dan menjurus kepada dugaan DS ini, sementara yang satunya belum diamankan. “DS alias DKR ini eksekutor, yang melakukan penikaman ini DS, yang tersangka satunya Mrs itu dia hanya memegang korban,” ujar dia.

Dijelaskan, dari hasil interogasi awal beberapa saksi bahwa motif pembunuhan dilatarbelakangi kecemburuan karena korban berselingkuh dengan isterinya adik DS, tapi intinya pendalaman terhadap kasus pembunuhan akan terus dilakukan, karena masih ada tersangka lainnya.

“Pokoknya kita akan gali perkembangannya seperti apa dan kita akan ambil barang buktinya hari ini. Saksi-saksi sudah lebih dari pada cukup yang kita minta keterangan. Sementara ini baru satu tersangka dan kita akan dalami terus kasusnya,” ucap dia.

Bersamaan, Selestino Sulaiman ketika dikonfirmasi menyampaikan, dirinya dituduh awal sebagai dalang atau perencana terkait pembunuhan korban. Sebagai saksi sejak kemarin hingga malam ini dirinya telah memberikan keterangan pada Polisi.

Dia mengaku, keterangan dari Fanus di kantor Veteran Pak Sulaiman dan Joao sempat bertengkar dan Sulaiman dan terakhir saya yang dibawa kemana-mana, dan harus dibunuh. Dirinya lengser dari kantor Veteran sejak bulan 10 tahun lalu dan terakhir komunikasi dengan korban terkait pelantikan tanggal 21.

Baca : Purnawiran TNI di Belu Ditemukan Tewas Dengan Luka Tusukan di Tubuh

“Komunikasi terkahir beliau dengan saya waktu itu tanggal 21 Juni 2017 pelantikan Ketua veteran, beliau janjikan akan perjuangkan veteran eks tim-tim. Jadi saya tidak pernah kontak beliau, terakhir yang tanggal 21 itu saja beliau kontak saya, karena saya dan beliau sudah tidak dipakai lagi di kantor, tapi orang baru semua,” akhir dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Joao Vicente (55) Purnawiran TNI Kodim 1605/Belu ditemukan warga tewas di hutan Baun, Dusun Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Senin (26/6/2017) kemarin.

Jasad pria yang diketahui bekerja sebagai security pada Kantor Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di Perbatasan Belu dan Timor Leste, awalnya ditemukan oleh Sepnat Tiauw warga setempat yang pergi mencari kayu bakar di hutan tersebut sekira pukul 13.00 Wita.

Anggota Polisi langsung bertindak melakukan olah TKP. Polisi menemukan sepeda motor korban Honda Supra X dengan nopol DH 6184 FE dan helm korban. Korban mengenakan celana panjang, baju kaos berkrak, jaket loreng. Sementara dompet, handphone dan sendal korban tidak ditemukan.

Pada tubuh korban ditemukan luka tusukan pada perut bagian kiri hingga usus keluar, dan luka tusukan di bagian dada. Selain itu juga terdapat beberapa luka tusukan di tubuh bagian belakang. Usai olah TKP pihak Kepolisian langsung mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit umum Atambua, dan barang bukti korban langsung diamankan Polisi.

Dikatakan, setelah mendapat laporan anggota Polisi langsung mengambil tindakan turun ke lokasi penemuan jenasah dan melakukan olah TKP, dan membawa jasad korban untuk dilakukan VER mayat serta mengumpulkan saksi-saksi dan melakukan pemeriksaan awal.

“Hasil olah TKP korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terdapat luka di tubuhnya diduga senjata tajam,” ujar Kapolres Belu, AKBP Yandri Irsan.