Pemuda GMIT Klasis Belu Gelar Pertemuan Tahunan, Lomba Vocal Group dan Khotbah

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pengurus pemuda Gereja Majelis Injili di Timor (GMIT) Klasis Belu menyelenggarakan pertemuan tahunan, lomba vocal group dan khotbah pemuda tingkat Klasis Belu tahun 2017 di gereja Imanuel Bautasik, Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan Indonesia-Timor Leste, Jumat (23/6/2017).

Kegiatan tersebut diikuti peserta mudi-mudi Klasis Belu utusan 11 gereja dari total 24 gereja yang berada di wilayah Belu dan Malaka. Tema kegiatan tersebut, dengan hati yang tulus, kita terpanggil untuk setia sebagai pelayan Tuhan Yesus yang melayani didalam gereja, jemaat serta bangsa dan negara di gereja masehi injili di timor.

Ketua Panitia Ruben Ishak Foes kepada NTTOnlinenow.com menyampaikan, maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk lebih mempererat lagi pemuda GMIT Klasis Belu. Tujuan lainnya guna membahas program-program untuk diusulkan pada tahun berikutnya.

“Selain pertemuan tahunan, ada lomba vocal group dan evaluasi tahun lalu. Peserta kegiatan hari ini dari 11 gereja, yang lain tidak bisa hadir karena ada halangan,” ujar dia.

Dijelaskan, ada beberapa pemateri dalam pertemuan tahunan yakni materi yang disampaikan Fary Francis sebagai anggota majelis sinode GMIT, Ketua Pemuda GMIT Klasis Belu dan Pendeta Robert. Inti materi yang disampaikan terkait dengan pemuda GMIT.

“Pertemuan tahunan ini pertama kali diselenggarakan. Kegiatan berlangsung selama tiga hari mulai hari Jumat 23 sampai dengan 25 Juni mendatang,” urai Foes.

Baca : Fary Francis Resmikan Lapangan Futsal Bintang Timur di Perbatasan Belu-Timor Leste

Diharapkan dengan terlaksananya kegiatan selama tiga hari ini, agar dari gereja atau pemuda GMIT Klasis Belu ada kebersamaan, kemudian ada penguatan-penguatan kepada mereka terkait tugas dan tanggungjawab mereka sebagai pemuda didalam berbangsa, bernegara, bermasyarakat dan berjemaat.

Ketua Pemuda GMIT Klasis Belu, Aland Tangkere mengatakan, pertemuan tahunan pemuda GMIT Klasis Belu melibatkan juga pemuda GMIT Malaka karena masih bagian wilayah pelayanan dan sepanjang tahun baru dilakukan pertama kali. Kegiatan ini mengevaluasi sekaligus membahas program juga menyiapkan kader pemuda GMIT Klasis Belu melayani dengan hati di dalam gereja, jemaat juga bangsa dan negara.

“Juga menyiapkan kader pemuda yang punya talenta bernyanyi juga berkhotbah. Disini juga kita membina keakraban antar pemuda jemaat dari Belu dan Malaka. Selama ini kurang kegiatan seperti ini, jadi ini moment untuk pemuda GMIT Klasis Belu,” ucap dia.

Jelas Tangkere, akan jadi kegiatan tetap pada setiap tahunnya. Materi yang disampaikan nanti tentang organisasi didalam ada isu-isu tentang perkembangan bangsa dan negara, dan khususnya paham-paham radikalisme yang memecah belah bangsa.

“Nantinya akan ada rekomendasi dari mejelis klasis Belu untuk ditindaklanjuti. Pertemuan ini juga untuk menggagas salah satu cara pemuda untuk menangkal paham-paham yang bisa merusak, dan itu ada agenda sendiri di malam hari, khusus bahas paham-paham radikalisme,” ungkap dia.

Pesan kepada teman-teman pemuda selama kegiatan tiga hari ke depan, agar bisa memberikan waktu yang lebih banyak untuk pelayanan di gereja juga bangsa. Lebih pererat hubungan persaudaraan pemuda GMIT dan lintas agama.

Untuk diketahui, kegiatan pertemuan pemuda GMIT Klasis Belu, lomba vocal group dan khotbah diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin Ketua majelis jemaat Wedomu Pdt. Para Mengi Uly. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Klasis Belu Pdt. Amos Tangpen.