UPT Perizinan dan Pengawasan Provinsi Segera Tertibkan Terminal Banyangan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Belu terus melakukan koordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perizinan dan Pengawasan Propinsi untuk penertiban terminal bayangan dan pemanfaatan terminal tipe B Lolowa.

Kepala Dishub Belu, Anton Suri kepada NTTOnlinenow.com, Rabu (21/6/2017) membenarkan bahwa, sesuai dengan undang-undang yang telah ditetapkan Pemerintah Daerah kewenangan penertiban bus-bus antar kota dalam provinsi itu sudah kewenangan Pemerintah Provinsi.

“Dengan demikian saya hanya sebatasa lakukan koordinasi dengan pihak provinsi untuk menertibkan serta memanfaatkan terminal tipe B Lolowa yang sudah diambil alih dengan bus-bus yang trayeknya antar kota dalam provinsi,” ujar dia.

Dijelaskan, pada tahap pertama Dishub Belu sudah kerja sama untuk mengarahkan semua bus dari terminal bayangan ke terminal tipe B. Tetapi perlu ada penanganan selanjutnya, pertama pembukaan loket-loket di terminal tipe B sebagai lokasi penjualan karcis bus sebagai masing-masing perusahaan.

Baca : Kabid Bina Marga PUPR Kota Kupang Sewakan Alat Berat Kepada Staf

Hal kedua yang menjadi kewenangan Kabupaten jelas Suri yakni penertiban trakyek-trayek angkutan kota agar menyinggahi terminal tipe B sebagai terminal akhir dan awal pengangkutan. “Kita selalu koordinasi dengan UPT perizinan dan pengawasan provinsi, supaya segera secara bertahap kita mulai lakukan penertiban terminal bayangan itu, karena itu bukan kewenangan daerah lagi,” terang dia.

Terkait hal tersebut, dirinya mempunyai inisiatif mendorong UPT (mereka) untuk secara maksimal bertugas di terminal tipe B Lolowa, dengan upaya yang telah dilakukan yakni menyiapkan dua ruangan untuk UPT melaksanakan administrasi di Kantor, sehingga seluruh bus tidak parkir lagi di terminal bayangan dan terminal tipe B dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Ruangan sudah diserahkan Pemkab melalui Dishub untuk UPT pakai, tapi mereka tidak muncul-muncul. Kita minta kalau bisa UPT segera laksanakan tugasnya, supaya kita bersama-sama lakukan penertiban terminal tersebut,” pungkas mantan Kadistamben Belu.

Sementara itu pantauan media pagi tadi, belasan kendaraan bus antar kota dalam propvinsi masih parkir di terminal bayangan jalur kilo meter 4 menuju kota Kupang. Demikian juga dengan mikrolet belum melewati jalur trakyek yang telah dikeluarkan Pemerintah Kabupaten.