Remas Hidayatullah Bagi Santunan Pada Anak Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Berbagi berkah di bulan Ramadhan, Remaja Masjid (Remas) Agung Hidayatullah Atambua memberikan santunan berupa paket sembako dan bingkisan kepada anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa di wilayah Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan RI-Timor Leste.

Adapun santunan yang diberikan berupa sembako sebanyak 333 paket dan bingkisan sebanyak 1.640 amplop yang diserahkan secara simbolis oleh Ketua MUI Belu, Kaliman Lamarobak pada perwakilan anak yatim piatu dan kaum dhuafa dalam acara berkah ramadhan dan buka puasa bersama di Masjid Agung Hidayatullah, pasar baru Atambua, Rabu (21/6/2017) sore.

Hadir dalam acara tersebut, tokoh agama Katolik Romo Yoris Giri Pr, Kapolres Belu, Dansatgas Sektor Timur Yonif Raider 712/WT, Danramil 01-1605/Kota Atambua, Kepala RRI, Kepala Lapas, Ustad Rizky, Tamir Masjid, Ulama Masjid Hidayatullah, Kompas Perbatasan serta umat Muslim dari beberapa wilayah di perbatasan Belu.

Ketua Panitia Faizal dalam laporannya menyampaikan terimakasih kepada seluruh undangan yang telah hadir dan seluruh panitia remas Hidayatullah yang telah bekerja keras sehingga dapat terselenggaranya kegiatan sore ini dengan lancar.

“Terimakasih untuk Bapak Kapolres dan Dandim Belu yang telah mendukung kami dan seluruh donatur dan warga yang telah berikan sumbangan. Dana yang kami dapatkan ini akan dibagikan semuanya kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa di Kabupaten Belu, yakni sebanyak 333 paket sembako dan secara amplop sebanyak 1.640 jiwa,” ujar dia.

Jelas Faizal, tujuan acara santunan ini sebagai bentuk amal ibadah kita, menjalin silaturahmi diantara kita dan sebagai ajang, moment silaturahmi memperkuat persaudaraan kita yang selama ini kita jalani.

Kapolres Belu AKPB Yandri Irsan dalam arahan mengatakan, kegiatan ini tidak sebatas pada bulan Ramadhan saja, ataupun pada kegiatan keagamaan lainnya. Namun kegiatan serupa yang dipelopori, diinisiasi oleh Remaja Masjid Hidayatullah dan ini merupakan kegiatan yang positif.

Baca : KPU Belu Gelar Sosialisasi Sistem Informasi Partai Politik

“Ini merupakan suatu momentum bagi kami aparat keamanan baik TNI dan Polri, untuk bekerja sama membangun kebersamaan, keindahan untuk ciptakan ataupun memelihara situasi kamtibmas di Kabupaten Belu,” ujar Yandri.

Kesempatan itu Romo Yoris didampingi Ustad Rizky menyampaikan, kegiatan buka puasa bersama sore ini wujud toleransi keagamaan di wilayah perbatasan Belu. Ini warna Indonesia, warna yang cukup indah. Ketika saudara-saudaraku kaum muslimin berpuasa ada teman-teman dari Katolik, Protestan, Budha, Hindu diundang bersama dalam acara ini.

“Aku Indonesia, anda juga Indonesia kita semua Pancasila dan menghargai bhineka tunggal ika. Apresiasi untuk teman-teman Remas yang telah menyelenggarakan kegiatan sore ini,” ujar Romo Yoris.

Dikatakan, karena kita sesama orang Indonesia, kita bersyukur bahwa kita menyembah dan memuliakan Allah satu yang sama walaupun dengan cara kita yang berbeda, karena tujuan kita juga satu yakni surga.

Ustad Rizky menuturkan, dengan kehadiran saudara-saudara agama lain di tempat ini kita bisa tetap mempertahankan keharmonisan, kerukunan dan kedamaian di tepian negeri rai Belu. Kita ini Indonesia maka kita adalahj Pancasila.

“Kehadiran semua agama di tempat ini bertanda bahwa toleransi agama sangat tinggi dan hidup yang rukun sesama umat agama,” ujar dia.

“Kalau remaja di Indonesia seperti remaja masjid Hidayatullah Atambua, maka insya allah Indonesia sejahtera,” akhir Ustad.