Membangun Indonesia Dari Pinggiran, Kementerian Pariwisata Gelar Konser di Perbatasan

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Kementerian Pariwisata Indonesia telah mengagendakan dalam tahun 2017 akan menggelar 35 event konser wisata di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Dari 35 event tersebut 11 event konser wisata akan digelar di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara, yaitu di pantai Wini, di pintu perbatasan Indonesia dan Distrik Oecusse, Timor Leste.

Menurut Sutarjo, Plt Asdep Analisis Data Pasar Pariwisata Nusantara, mengatakan Kementerian Pariwisata merupakan unsur pendukung kebijakan presiden dalam membangun Indonesia dari pinggiran.

Konsep yang sudah dicanangkan presiden Joko Widodo ini, menurut Sutarjo merupakan bagian dari strategi politik presiden dan sejalan dengan kebijakan presiden tersebut, semua sektor dilibatkan.

“Presiden RI, Joko Widodo telah mencanangkan konsep membangun Indonesia dari pinggiran. Sejalan dengan konsep dan kebijakan Presiden tersebut, semua sektor berpartisipasi termasuk kementerian pariwisata dengan menggelar berbagai event seperti konser musik bertajuk Wonderfull Indonesia”, ungkap Sutarjo.

Baca : Honing Daftar di PAN Sekaligus Lamar Awang

Selain itu, Sutarjo juga menjelaskan lebih rinci bahwa 11 event konser wisata akan digelar di kabupaten TTU hingga dan semua event yang akan digelar berfokus pada tiga titik kabupaten perbatasan RI – RDTL yakni kabupaten Belu, Malaka dan TTU.

“Dari 35 event yang kan digelar dalam provinsi NTT, 11 event konser wisata nantinya akan digelar Kementerian Pariwisata Indonesia di kabupaten Timor Tengah Utara hingga akhir tahun nanti. Sekarang ini telah diawali dengan pagelaran konser musik perdana pada Senin siang (19/06) di pantai Wini kecamatan Insana Utara dan akan berlanjut dengan event lainnya.

Konser musik bertajuk “Wonderfull Indonesia” yang digelar tak jauh dari pintu perlintasan Pos Perbatasan Indonesia – Distrik Oecusse Timor Leste menghadirkan Artis Mario Gerardus Klau, pemenang ajang The Voice Indonesia 2016 bersama sejumlah penyanyi dan grup musik lokal.

Pentas wisata yang digelar lebih diprioritaskan pada konser musik lantaran paling banyak diminati dan bisa diterima semua kalangan masyarakat. Selain itu diharapkan keberadaan konser musik di tapal batas negara tersebut dapat menciptakan aktivitas transaksi ekonomi yang menguntungkan bagi kedua warga negara.