Golkar Tugaskan Laka Lena Sosialisasikan Diri Maju Pilgub NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menugaskan Emanuel Melkiades Laka Lena bersama tujuh kader Golkar lainnya yang hendak maju dalam bursa pilgub NTT 2018, melakukan sosialisasi diri secara meluas kepada masyarakat untuk kepentingan pemilu gubernur 2018 guna memenangkan survei yang akan digelar partai itu.

Laka Lena kepada wartawan di Posko Relawan Laka Lena di Kupang, Selasa (20/6/2017) menyebutkan, tujuh bakal calon gubernur NTT 2018 lainnya dari Partai Golkar yakni Ibrahim Agustinus Medah, Anwar Pua Geno, Abraham Paul Liyanto, Gideon Mbilijora, Umbu Sapi Pateduk, Josef Nai Soi, dan Yoseph Tote.

Laka Lena yang juga Wakil Sekjen DPP Golkar ini menjelaskan, salah satu aspek penting dalam penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang didukung adalah berbasis survei. Bahkan hal ini pun ditegaskan oleh petinggi Golkar, Agung Laksono.

Menyikapi hal ini, pihaknya membangun komunikasi dengan ketujuh bakal calon gubernur lainnya agar menaati aturan partai dimaksud. Komunikasi politik terkait survei ini pun berlangsung sangat baik.

Untuk memperkenalkan diri ini, lanjut Laka Lena, dirinya telah berkeliling ke seluruh kabupaten di NTT dalam kegiatan bertajuk “Sayembara Bangun NTT.” Walau kegiatan itu tidak diboncengi dengan kepentingan politik, tapi berdampak pada meningkatnya elektoral terhadap dirinya sebagai salah satu bakal calon gubernur.

“Ini menunjukkan masyarakat NTT sangat pintar dan cerdas dalam membaca apapun kegiatan yang dilakukan politisi, terutama para bakal calon gubernur. Padahal kegiatan sayembara itu jauh dari kepentingan politik,” tandas Laka Lena.

Mantan Calon Wakil Gubernur NTT 2013 ini menyampaikan, kegiatan sayembara telah berakhir. Tahap selanjutnya adalah fokus kerja mensosialisasikan diri secara meluas sebagai bakal calon gubernur. Langkah- langkah strategis yang akan diambil antara lain, mengaktifkan seluruh relawan yang telah menyatakan sikap terhitung sejak hari ini (Selasa, 20/6).

Baca : Kapolda NTT Kunjungi 14 Anak Korban Kekerasan di RPTC

“Selain mengajak semua tim yang telah dibentuk untuk bekerja, saya juga selalu berkomunikasi aktif dengan semua DPD kabupaten/kota se- NTT. Bahkan mereka sangat mendukung saya, walaupun roda partai belum dipakai secara resmi,” ungkap Laka Lena.

Tentang koalisi partai politik untuk memenuhi syarat pengusungan pasangan calon, Laka Lena sampaikan, bisa dilakukan oleh pimpinan partai politik di tingkat DPP dan bisa oleh kandidat. Saat ini, komunikasi intens di tingkat DPP dengan Partai NasDem. Komunikasi antara dua pimpinan partai itu, didengarnya dari Ketua Umum Golkar, Setya Novanto.

“Berpasangan dengan Ketua DPW NasDem NTT, Jacky Ulli dengan menempatkan saya sebagai wakil gubernur merupakan dinamika yang berkembang di NTT. Namun hingga saat ini, saya tetap sosialisasikan diri sebagai bakal calon gubernur,” tegas Laka Lena.

Dia menjelaskan, memang beberapa waktu lalu dalam forum rapat pimpinan daerah (Rapimda) telah diputuskan bahwa hanya mengusung calon tunggal bakal calon gubernur. Hal itu wajar karena petunjuk pelaksana (Juklak) 06/DPP/Golkar/VI/2016 tentang Penetapan Pasangan Calon Gubernur dari Partai Golkar belum ada. Namun setelah adanya juklak itu, maka semua pihak harus taat dan melaksanakannya.

Dalam juklak itu sudah ditegaskan, lanjut dia, DPD Golkar provinsi harus mengirim sekurang- kurangnya tiga nama bakal calon gubernur dan wakil gubernur ke tim pilkada DPP Golkar. Tim pilkada pusat dapat menambah nama bakal calon selain yang diusulkan DPD Golkar provinsi, bisa terdapat figur bakal calon potensial yang tidak sempat terjaring dalam proses penjaringan di tingkat provinsi.

“Hasil survei akan menjadi dasar bagi DPP untuk mengambil keputusan. Karena saya juga salah satu bakal calon gubernur, maka saya tidak ikut dalam pengambilan keputusan tersebut. Sedangkan untuk bakal calon bupati dan wakil bupati, saya pasti terlibat,” jelas Laka Lena.