Dispar NTT Tetap Gelar TdF Walau Dapat Sorotan DPRD

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Walau mendapat catatan kritis dari DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) soal penyelenggaraan Tour de Flores (TdF) yang menelan dana cukup fantastis, tapi Dinas Pariwisata (Dispar) berkomitmen tetap menyelenggarakan event bersepeda taraf internasional dimaksud.

Anggota Fraksi PKB DPRD NTT, Yohanes Rumat kepada wartawan di Kupang, Selasa (20/6/2017) mengatakan, PKB tetap mengkritisi pelaksanaan TdF da Tour de Timor (TdT) di daratan Timor. Bahkan sikap fraksi ini telah disampaikan dalam pemandangan umum fraksi pada sidang pairpurna dewan.

Rumat menyampaikan, Fraksi PKB meminta pemerintah mengkaji dan mengevaluasi kembali kegiatan TdF dan TdT yang menyerap anggaran dari APBD NTT dan APBD kabupaten/kota yang terlalu besar. Diharapkan agar pemerintah lebih memperhatikan asas manfaat dari penyelenggaraan event tersebut.

“Pemerintah sebaiknya mengoptimalkan tugas, pokok dan fungsi (Tupoksi) Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (ASITA) NTT, Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) NTT, dan Himpunan Pramu Wisata Indonesia (HPI) NTT untuk memberikan perhatian yang penuh sesuai dengan UU Pariwisata,” tandas Yohanes.

Baca : Pemerintah Dinilai “Cuci Tangan” Terkait Sengketa Tanah di Nasipanaf

Juru Bicara Fraksi Partai NasDem, Inosensius Fredy Mui meminta pemerintah NTT agar lebih melibatkan peran pihak ketiga, swasta dan masyarakat. Karena event pariwisata seperti TdF dan TdT menggunakan anggaran dalam jumlah besar.

Anggota Fraksi Partai Hanura, Angela Mercy Piwung berharap, pemerintah provinsi melibatkan kabupaten/kota, masyarakat dan pihak swasta dalam penyelenggaraan event- event pariwisata, seperti TdF dan TdT sehingga mengurangi beban APBD NTT.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu menegaskan, event pariwisata TdT dan TdF tetap dijalankan sesuai agenda karena sudah mendapat perhatian pemerintah pusat, apalagi sudah masuk dalam gawe nasional dan internasional.

Menurutnya, berdebat soal penyelenggaraan TdF bolah- boleh saja, tapi harus diingat bahwa kegiatan yang dilaksanakan itu pasti memberi dampak positif, termasuk aspek ekonomi. Dengan adanya event TdF, tentunya ada ribuan orang akan datang menyaksikan dan terlibat. Hukum ekonomi, dimana ada ribuan orang berkumpul, pasti ada dinamika ekonomi.

Selain itu, lanjut Marius, event TdF juga merupakan bagian penting dalam menarik minat wisatawan. Apalagi event TdF, sudah masuk dalam kalender Union Cycliste Internationale (UCI) di Swiss. Di sana, ada banyak orang yang gemar olahraga sepeda dari berbagai negara akan datang melihat jadwal UCI dan mendaftarkan diri sebagai peserta. Karena olahraga bersepeda seperti TdF, diaksanakan juga di negara lain seperti Tour de Japan, dan Tour de France.