Gerakan Peduli Inflasi Dari Tepian Negeri Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
BI Gandeng Pemkab Belu Tanam Cabe Massal
Kupang, NTTOnlinenow.com – Perwakilan Bank Indonesia (BI) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Belu dan Bank NTT Cabang Atambua menyelenggarakan kegiatan gerakan peduli inflasi dari tepian negeri Belu bertempat SMPN Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu wilayah perbatasan RI-Timor Leste, Jumat (16/6/2017).

Adapun gerakan peduli Bank Indonesia tersebut meliputi, penanaman 1000 anakan cabe secara massal oleh pelajar, sosialisasi ciri keaslian uang rupiah tahun edaran 2016, serta sosialisasi simpanan pelajar oleh Bank NTT Cabang Atambua.

Hadir pada kegiatan itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Bupati Belu, Pejabat BI Provinsi NTT, Pimpinan Forkompinda Belu, Pimpinan OPD Belu, para Guru SMPN Kimbana serta kurang lebih 500 pelajar dari SMPN Kimbana, SMA Kimbana, SMP HTM, SMP Rinbesihat dan SMPN Lebur.

Kepala Perwakilan BI Propvinsi NTT, Naek Tigor Sinaga dalam sambutannya mengatakan, wilayah Kabupaten Belu paling sering didatangi dirinya untuk melakukan berbagai kegiatan Bank Indonesia. Beberapa kegiatan yang dilakukan hari ini merupakan cikal bakal bagaimana menumbuh kembangkan sumber alternatif bagi para generasi muda bangsa Indonesia.

“Kita harapkan ada generasi muda ini bisa lebih baik lagi dari kita di masa mendatang. Generasi muda ini yang tentunya bisa jadi modal pembangunan daerah. Kita tanamkan juga prodak-prodak perbankan sedini mungkin bagi generasi muda,” ujar dia.

Dikatakan, awal tadi ada prodak-prodak simpanan pelajar yang sudah disosialisasikan oleh Bank NTT. Kita berharap dengan sosialisasi ini ada jiwa pelajar yang bersedia mengisi tabungan. Karena itu merupakan modal bagi diri sendiri untuk pembangunan daerah kita ke depan, dan ini harus kita tanam sedini mungkin untuk para pelajar kita. Tentunya sebagai generasi muda penerus bangsa harus belajar mencintai negera dan bela negara.

Baca : Lulusan SD di Kota Kupang 100 Capai Persen

“Yang terpenting, sebagai daerah perbatasan tentunya kita memang banyak temukan fenomena-fenomena dimana warga tetangga gunakan mata uang asing. Saya ingatkan, sesuai undang-undang di wilayah Indonesia kita harus gunakan mata uang rupiah untuk melakukan transaksi. Kita sudah galakkan dan sosialisasikan mata uang rupiah agar warga lakukan transaksi gunakan mata uang rupiah dan saat ini sudah ada 7 money changer yang diberikan izin di wilayah Belu dan Malaka,” ungkap Sinaga.

Sinaga berjanji, ke depan Bank Indonesia akan melakukan kegiatan serupa di wilayah perbatasan. Hal tersebut penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, dan jiwa cinta tanah air juga jiwa menabung. “Saya harapka pada masyarakat dan para pelajar agar manfaatkan waktu yang ada untuk lakukan produktifitas,” pinta dia.

Sementara Bupati Belu, Willy Lay menuturkan kegiatan yang dilaksanakan Bank Indonesia sangat penting bagi para pelajar generasi muda bangsa. Tujuannya untuk memotivasi semua anak-anak agar harus bisa bagaimana menjadi produsen, bisa jadi penghasil tidak saja konsumen. Jadi kita harus bisa berproduksi menghasilkan sesuatu untuk kita juga semua orang. Kelihatan sepele tetapi sangat penting, kenapa kita pilih anak sekolah karena mereka ini fondasi pembangunan bangsa.

”Ke depan ditangan ade-ade sekalian Indonesia akan jadi lebih baik. Kita harus mulai dari sekarang bersama seluruh komponen masyarakat bangun Indonesia dari tepian negeri rai Belu. Kita mulai dengan menanam cabe, ini harus datang dari diri ade-ade sekalian, saya ingin ide lain selain tanam cabe, sehingga suatu saat mau lanjutkan sekolah ke perguruan tinggi tidak kesulitan lagi dengan biaya dan tidak harapkan dari orang tua,” beber Lay.

Lay juga mengajak para pelajar untuk menabung sejak dini, karena dengan menabung menyisikan satu minggu dari uang jajan yang ada maka kita tidak aka kesulitan untuk keperluan sekolah di masa depan. Tanamkan mulai menabung sejak dini karena dari sedikit-sedikit akan menjadi lebih baik. “Saya minta Kadis P dan K, kegiatan ini harus ditularkan terus ke sekolah-sekolah lain yang ada di wilayah Belu,” pesan Lay.

Akhir kegiatan, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Naek Tigor Sinaga bersama Bupati Bel, Willy Lay melakukan penanaman cabe secara simbolis yang turut didampingi pejabat BI provinsi NTT, pimpinan Forkompimda Belu, Pimpinan OPD Belu, Pimpinan Bank NTT Cabang Atambua, pihak sekolah serta tokoh masyarakat.