Event Pariwisata untuk Menarik Perhatian Wisatawan dan Media

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Penyelenggaraan event pariwisata yang dilaksanakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selalu diupayakan agar memberi dampak semarak sebagai salah satu bentuk strategi pasar propaganda untuk mengalihkan dan memenangkan perhatian wisatawan dan media.

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya pada sidang paripurna tanggapan Gubernur NTT terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap nota laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD TA 2016, Senin (12/6/2017).

Menurut Lebu Raya, event-event pariwisata yang daerah yang berskala nasional dilaksanakan dalam rangka mendapatkan perhatian Pemerintah Pusat yang nantinya berdampak langsung terhadap dukungan percepatan pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana serta dukungan lainnya.

“Terkait ketersebaran daya tarik wisata termasuk wisata budaya, religi dan pendidikan, pemerintah terus membangun image atau citra periwisata NTT, agar mudah dikenal dan menjadi daya jual kepada wisatawan melalui penyelenggaraan event yang mengangkat karakteristik atau keunikan daya tarik wisata, sambil terus melakukan upaya pelestarian terhadap budaya lokal,” kata Lebu Raya.

Berkaitan dengan promosi pariwisata dan produk daerah, Lebu Raya mengatakan, pemerintah provinsi terus dan gencar melakukan promosi pariwisata dengan melibatkan Kabupaten/Kota.

Pelibatan dimaksud antara lain melalui pembuatan bahan-bahan promosi (barang cetakan) pada penyelenggaraan event di kabupaten/kota, partisipasi event melalui kerja sama sinergis antara anggota Forum Mitra Praja Utama (MPU) dan kerja sama Provinsi Sunda Kecil.

“Untuk promosi produk daerah, pemerintah provinsi juga terus melakukan pembinaan dan pendampingan serta promosi produk pariwisata unggulan daerah melalui NTT Expo, Komodo Travel Mart, partisipasi pameran yang melibatkan pelaku industri kreatif kabupaten/kota,” tandasnya.

Baca : Dewan Desak Pemprov NTT Percepat Proses Sekda Definitif

Lebu Raya menambahkan, promosi wisata dilaksanakan secara simultan melalui informasi dan event skala nasional dan internasional antara lain penyelenggaraan lomba foto bawah laut, pelaksanaan hari nusantara, Tour de Flores, Tour de Timor, penataan destinasi berbasis desa, peningkatan akses transportasi dan penyiapan SDM berkualitas.

Sebelumnya, anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD NTT, Yohanes Rumat mengatakan, upaya pemerintah dalam rangka mempromosikan pariwisata NTT melalui pelaksanaan Tour de Flores (TdF) di Pulau Flores dan Tour de Timor (TdT) di Pulau Timor dengan menggelontorkan uang dari APBD NTT dan APBD kabupaten merupakan sebuah bentuk pembohongan kepada masyarakat NTT.

Pasalnya, kegiatan tersebut tidak memberi dampak berarti terhadap perekonomian provinsi, sebab pemerintah harus membiayai pesera TdF dan TdT dengan dana begitu besar yang bersumber dari APBD provinsi dan kabupaten/kota.

“Kita minta pemerintah harus mengkaji ulang kegiatan dimaksud sehingga peserta TdF dan TdT dapat membiayai dirinya sendiri pada saat mengikuti kegiatan atau memiliki sponsor tetap dari pihak swasta untuk keberlanjutan kegiatan tersebut,” kata Rumat.

Anggota DPRD NTT dari Fraksi Gerindra, Kasintus Proklamasi Ebu Tho mengatakan, sektor Pariwisata di NTT hendaknya terus dikembangkan dengan konsep yang jelas dan terarah, tidak sekedar proyek dadakan dan hura-hura karena ide semalam.

Promosi pariwisata dan produk daerah hendaknya dikoordinasikan dengan baik dan profesional. Karena selama ini, promosi produk dan pariwisata NTT berjalan sendiri-sendiri antar kabupaten/kota dengan provinsi.

“Apalagi promosi dan pameran keluar daerah. Karena itu, sudah saatnya ada koordinasi yang permanen dan berkelanjutan,” ujar Kasintus Proklamasi Ebu Tho.