Situs Bung Karno Perlu Dijadikan Ikon Pariwisata NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Situs Bung Karno di Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak cukup hanya sekadar menjadi bangunan penyimpan berbagai peninggalan bersejarah jejak Proklamator Soekarno ketika menjalani masa pengasingannya di Ende pada 1934-1939. Situs itu diharapkan sekaligus dapat dikembangkan menjadi salah satu ikon pariwisata NTT.

“Pemerintah perlu menjadikan Situs Bung Karno di Ende menarik bagi wisatawan baik domestik maupun wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke pulau bekas pembuangan Proklamator RI” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD NTT, Patris Lali Wolo kepada wartawan di Kupang, Rabu (7/6/2017).

Menurut Patris, situs Bung Karno perlu dikelola dengan baik untuk menggaet minat wisatawan berkunjung ke situs yang menyimpan sejarah panjang lahirnya ideologi bangsa Indonesia. Selain menjadi ikon pariwisata, situs itu juga diharapkan menggemakan spirit perjuangan Bung Karno yang merekatkan persatuan bangsa melalui Pancasila.

“NTT adalah rahim bagi lahirnya ideologi Pancasila, dari tempat ini gagasan atau ide itu muncul dan melahirkan ideologi bangsa ini, dari proses permenungan Bung Karno. Dengan demikian NTT punya kontribusi besar dari daerah untuk negara ini,” ujarnya.

Baca : Sejumlah Acara Pendukung Digelar Peringati Bulan Soekarno

Karena itu, kata dia, berdasarkan nilai-nilai historis tersebut akan menggugah rasa keingintahuan para wisatawan untuk berkunjung secara langsung ke situs tersebut. Sehingga peluang ini perlu dimanfaatkan dengan mengembangkan potensi-potensi wisata yang ada di NTT.

“Dari sisi pariwisata ada manfaat dan mesti rutin secara kontinyu dilakukan seterusnya selama bangsa ini ada, sebab banyak yang akan datang warga Indonesia maupun warga luar yang mau melihat bahwa sebenarnya Bung Karno pernah diasingkan di sana, dan sampai dasar negara ini lahir, dia merenung di sana,” katanya.

Dia berpendapat, apabila situs Bung Karno dijadikan sebagai ikon pariwisata yang kemudian menarik untuk dikunjungi wisatawan maka akan membawa dampak ikutan bagi meningkatnya kunjungan wisatawan ke objek wisata lainnya di daerah Flores, dan secara otomatis berdampak pada ekonomi masyarakat setempat.

“Memang dampak ekonomi secara langsung ke masyarakat mungkin tidak serta-merta kelihatan dalam jangka pendek, tapi jangka panjangnya setelah kontinyuitas wisatawan terus meningkat dan pelaksanaan ivent tahunan ini terus dipaketkan dengan tour de flores (TDF) dengan menjual objek pariwisata yang lain maka mesti ada pergerakan ekonomi yang meningkat dari masyarakat,” ungkapnya.