Kapolres Belu Minta Anggota Polsek Malaka Rubah Pola Pikir Bekerja

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Betun, NTTOnlinenow.com – Kapolres Belu, AKBP Yandri Irsan memimpin apel gabungan seluruh jajaran Polsek se-Kabupaten Malaka di halaman Mapolsek Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Kamis (8/6/2017). Hadir dalam apel gabungan perdana Kapolres Belu di wilayah Malaka diantaranya, Kabag Sumda, Kasat Lantas, Kasi Propam Polres Belu, para Kapolsek dan seluruh anggota Polsek, serta personel tur Rajawali Polres Belu.

Dalam arahannya dikatakan, apel gabungan jajaran Polsek se-Malaka ini baru pertama kali dipimpin dirinya di Polsek Malaka Tengah. Ke depan, kegiatan serupa akan berlanjut dua minggu sekali di masing-masing Polsek, walaupan ada Polsek yang cukup jauh dari pusat Kota seperti Bidudukfoho.

“Apel ini untuk kenyamanan kita semua di wilayah Malaka. Kegiatan seperti ini positif agar Polsek Malteng lebih dikenal lagi, karena ini yang akan menjadi Polres untuk Kabupaten Malaka,” ujar dia.

Dijelaskan tujuan apel gabungan ini agar setiap anggota saling mengenal satu satuan, rekan-rekan mako dan situasi atau kondisi yang berada di tempat kita melaksanakan apel juga tempat penugasan. Manfaat apel pagi agar anggota bersyukur dalam melaksanakan tugasnya. Rasa syukur itu yang membuat kita bertanggung jawab atas gaji dan yang dibebankan oleh negara dan masyarakat.

“Kita jangan sering melihat ke atas, tapi harus melihat ke bawah, melihat yang susah, jarak yang jauh, dan jangan melihat perbedaaan diantara kita dalam melaksanakan tugas,” ingat Yandri.

Lanjut dia, Malaka telah menjadi Kabupaten sehingga paradigma personel khusus di Polsek-Polsek harus dirubah, karena ini sudah merupakan Pemerintah sendiri bukan lagi Kabupaten Belu. Karena itu pola gaya pemikiran anggota maupun Perwira bahwa bekerja tidak ada yang masyarakat yang pantau, yang dilakukan itu salah atau benar.

Baca : Fraksi PKB Pertanyakan Persentase Angka Kemiskinan di NTT

“Pola lama anggota dibuang, jangan karena jauh dari pengawasan kita bekerja tidak sesuai aturan. Masyarakat akan lebih mengharapkan kepada Polisi, karena itu rubah pola yang dulu, jujur dalam melaksanakan tugas, jujur pada sesama rekan-rekan karena kita selalu diawasi apalagi teknologi semakin canggih,” pesan mantan Kapolres Flotim itu.

Masih menurut dia, tujuan dilaksanakan kegiatan ini juga untuk menanamkan kebersamaan sesama anggota. Solidaritas yang sudah baik selama ini terus dijaga dalam melaksanakan tugas sehari-hari di setiap Polsek. “Saya tidak mau dengar ada anggota A dan B ribut. Kalau ribut argumen tidak apa-apa, tapi kalau ribut lain baik dengan instansi lain saya tidak mau,” tegas Yandri.

Tujuan apel ini juga menanamkan kebanggaan pada kita semua, bahwa menjadi Polisi itu susah. Karena itu harus bangga, hargailah seragam yang sudah menghidupkan kita. Kebanggan itu modal daripada rekan-rekan bekerja menjalankan tugas. “Rubah paradigma kebanggaan anggota, kita ada disini susah jadi Polisi. Tanamkan kebanggaan itu di diri kalian semua, bangga dengan satuan dan dijaga. Saya rasa semua anggota paham sesuai karakteristik wilayah, silakan berkreasi dan babinkamtibmas harus lebih tingkatkan pelayanan,” ucap dia.

“Saya bangga berdiri disini, saya yakin rekan-rekan juga bangga meski dengan kekuatan terbatas. Peran Kepolisian disitu, Polisi salah satu penggerak perubahan mindset masyarakat disegala bidang harus bisa, tetapi tidak dengan frontal harus pelan-pelan sesuai kearifan lokal, karena Polisi itu pelindung, pengayom dan pelayanan masyarakat. Saling empati terhadap sesama teman yang butuh bantuan, juga harus merasakan kesusahan orang lain,” sambung Yandri.

Tambah Yandri, terkait usulan kekurangan personel di Polsek Malaka Tengah yang merupakan Polsek di jantung Kota Malaka, kedepan diupayakan penambahan personel guna meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat dan terciptanya kamtimbas di Kota Malaka.