Bulog NTT Janji Ganti Beras Sejahtera yang Rusak

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Menyikapi adanya laporan masyarakat terkait penyaluran beras sejahtera (Rastra) yang rusak, pihak Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) NTT berjanji akan mengganti dengan beras lain yang kualitasnya baik.

Kepala Bidang Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Divre NTT, Minggus Foes sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Jumat (2/6/2017).

Menurut Minggus, pihaknya telah mendapat laporan terkait kualitas beras yang disalurkan kepada masyarakat, seperti di Kota Kupang dalam keadaan sudah rusak, berdebu dan berwarna merah. Hal ini terjadi akibat terlewatkan dari pantauan petugas.

“Kami akui karena terlepas dari pantauan petugas saat bongkar beras dari kapal. Kami akan segera mengganti seluruh beras yang rusak kepada keluarga penerima,” kata Minggus.

Terkait penggantian dimaksud, lanjutnya, pihak keluraha diminta mendata jumlah beras yang rusak. Sehingga semua masyarakat yang telah menerima beras rusak dimaksud, diganti dengan beras dengan kualitas baik. Beras jatah untuk program rastra di Kota Kupang 2017 dipasok dari Surabaya.

Baca : Satgas Yonif Raider 712/WT Gagalkan Penyelundupan Pakan Ternak ke Timor Leste

Lurah Namosain, Mikhael Gadjah mengatakan, sudah menerima pengembalian sejumlah beras jatah rastra dari sekitar 100 kepala keluarga penerima. Pengembalian itu dilakukan sejak Kamis, 1 Juni. Jumlah keluarga penerima program rastra di Kelurahan Namosain sebanyak 818 keluarga. Rinciannya, untuk program beras nasional sebanyak 20 kepala keluarga dan rastra program daerah sebanyak 98 kepala keluarga.

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Felisberto Amaral mengungkapkan, sudah meminta Bulog NTT untuk segera mengganti beras yang rusak dimaksud dan pihak Bulog pun berjanji siap menggantinya. Jumlah penerima program rastra Kota Kupang 2017 sebanyak 15.491 rumah rangga sasaran (RTS). Jumlah ini dibagi dalam dua kelompok, yakni penerima program rastra nasional sebanyak 13.40 RTS dan program rastra daerah sebanyak 1.751 RTS.

Sedangkan jumlah beras yang disalurkan kepada penerima program rastra sebanyak 2,7 juta ton lebih. Setiap penerima mendapat 15 kilogram untuk satu bulan dan disalurkan dalam empat tahap. Anggaran subsidi yang disiapkan untuk membiayai program rastra gratis senilai Rp6,8 miliar lebih. Sementara itu, untuk rastra daerah senilai Rp2,9 miliar dan anggaran rastra nasional senilai Rp3,9 miliar.

Muhamad, salah seorang warga Kota Kupang mengatakan, sudah mengembalikan rastra ke pihak kelurahan setelah diperiksa ternyata beras tersebut berdebu dan kotor. Ini merupakan pengalaman pertama sejak ditetapkan sebagai penerima program rastra dari pemerintah sejak 2016. Setiap RTS menerima 45 kg untuk tiga bulan pertama, Januari sampai Maret. Diharapkan, pemerintah segera mengganti beras dimaksud agar dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya.