Terkait Dana ADD, 11 Desa di Belu Harus Jalani Proses Pemeriksaan Khusus

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Inspektur Inspektorat Kabupaten Belu, Iwan Manek mengatakan, catatan untuk para Kades, banyak sekali riak di Desa. Posisi sampai April tahun ini sudah ada 11 Desa yang harus melalui satu proses pemeriksaan khusus yang patut kita sesalkan.

Hal tersebut dibeberkan Inspektur Inspektorat Kabupaten Belu, Iwan Manek dalam kegiatan penjelasan mengenai penanggaran silpa 2017 di kas Desa, kas Daerah bersama seluruh Kepala Desa dan perangkat Desa, Jumat (2/6/2017) di lantai I Kantor Bupati Belu.

Dikatakan, hal tersebut berdasarkan pengaduan masyarakat, Sekdes juga BPD. Ada satu dua Kades yang nakal, tapi lebih banyak yang tidak faham, dan pengetahuan yang minim dalam pengelolaan dana Desa itu. Ketidakpahaman  menjadi salah satu faktor keuangan desa bermasalah.

Baca : Pemimpin Terpilih LVRI Belu Mampu Bawah Perubahan dan Merangkul Seluruh Veteran

“Hari ini kami inginkan satu konsep yang terarah dari Desa. Tidak usah alergi dengan Inspektorat, kami lebih banyak pembinaan, pendampaingan dan pencegahan,” ujar dia.

Dikatakan, pemeriksaan khusus masih akan bertambah banyak. Kami menyampaikan supaya kita sebagai orang Belu, kalau bisa punya satu konsep yang sama, cukup sudah orang Belu masuk rumah kilo tiga.

“Bangun kerjasama yang baik dan dukung Kades. Kalau ada masalah, lapor dahulu ke Camat sebagai pembinaan dalam wilayah,” sebut Manek.

Hadir pada kegiatan penjelasan mengenai penanggaran silpa 2017 di kas Desa juga di kas Daerah yakni Sekda Belu, Asisten I dan II Setda Belu, Kadis PPKAD, Kadis BPMD serta para Kades dan seluruh perangkat Desa se-kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-Timor Leste.