Satgas Yonif Raider 712/Wt Dapat Lima Pucuk Senpi Dari Warga Perbatasan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Satuan Penugasan Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 712/Wiratama mendapat lima pucuk senjata api (senpi) organik dan rakitan dari warga di perbatasan Belu-Timor Leste.

Dansatgas Yonif Raider 721/Wt, Letkol Inf. Elvino Yudha Kurniawan kepada NTTOnlinenow.com, Kamis (1/6/2017) membenarkan, senpi jenis springfield dua pucuk dan tiga rakitan diserahkan warga di dua desa perbatasan ke anggota di Pos Nunura, Desa Tohe Kecamatan Raihat dan Pos Lo’okeu, Desa Derok Faturene, Kecamatan Tasbar.

“Ini keberhasilan anggota setelah membantu warga melalui pengobatan dengan ikhlas dan tulus, sehingga warga simpatik dan berterimaksih atas kepedulian anggota Satgas, dan menyerahkan senpinya,” ujar dia.

Dikatakan, dua pucuk senpi organik jenis Springfield buatan negara Amerika diserahkan warga ke anggota Pos Nunura tanggal 31 Mei kemarin. Bersamaan juga tiga pucuk sejata rakitan diserahkan warga ke anggota Pos Lo’okeu. Warga yang menyerahkan senjata api di dua pos tersebut tidak mau disebutkan namanya.

“Di pos Nunura mereka serahkan secara sukarela tanpa paksaan senjata yang pernah di pakai di perang dunia ke II. Demikian juga di Pos Lo’okeu, setelah anggota bantu warga panen padi, tidak disangka salah seorang warga secara sukarelah serahkan senjata yang pernah dipakai saat menjadi milisi,” urai dia.

Jelas Elvino, lima pucuk senpi yang diserahkan warga di dua Pos secara sekarela merupakan juga keberhasilan anggota setelah dilakukan kegiatan baksos, anjangsana dan sosialisasi hukum tentang larangan kepemilikian senpi dan muhandak.

Menurut dia, kesadaran masyarakat untuk menyerahkan senjata muncul karena sering diadakannya berbagai kegiatan program Satgas peduli warga perbatasan. Selain melaksanakan tupoksi menjaga wilayah perbatasan, program-progam Satgas akan terus dilakukan guna membantu warga yang kesulitan dan membutuhkan hingga purna tugas.

“Kita akan terus membantu mangatasi kesulitan warga, baik itu dibidang kesehatan, ekonomi maupun pendidikan dengan tulus dan ikhlas demi mewujudkan kemanunggalangan TNI dan Rakyat,” tandas Elvino.

Diharapkan, dengan prestasi yang diperoleh ini mudah-mudahan bisa meningkatkan semangat anggota kedepan untuk terus bekerja membantu, menjaga, dan melayani masyarakat di wilayah perbatasan Belu dan Timor Leste.

“Kabupaten Belu adalah teras atau serambi terdepan NKRI sebagai cerminan kepribadian bangsa Indonesia. Kita dukung seluruh program pembangunan Pemkab, dan siap melayani warga perbatasan dengan hati tulus dan ikhlas,” ucap Elvino.