Tim Buser Polres Belu Amankan Tiga Ton BBM di Perbatasan Belu-Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Tim Buruh Sergap (Buser) Polres Belu dibawah pimpinan Wakapolres, Kompol Okto Wadu Ere berhasil mengamankan kurang lebih 3 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah, bensin dan solar, Selasa (30/5/2017) sore.

BBM tersebut diamankan di dua titik berbeda, kurang lebih dua ton diamankan di lokasi penimbunan di pesisir pantai Mota’ain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-Timor Lester. Sementara setengah ton lebih solar dan bensin diamankan bersama satu unit kendaraan kijang di Halilulik.

Pantauan media sekitar pukul 20.00 Wita, sejumlah barang bukti kurang lebih 3 ton bbm bersama satu unit kendaraan pick up warna hitam dengan nopol DH 9481 D serta pengemudi kendaraan telah diamankan ke Mapolres Belu untuk diproses lebih lanjut. Barang bukti diatur depan ruang bareskrim Polres Belu dan telah dipasang tanda police line.

“Kurang lebih ada tiga ton bbm yang kita amankan di dua lokasi yakni, di Mota’ain itu minyak tanah dan di Halilulik itu solar campur bensin. Barang bukti minyak tanah dikemas dalam jerigen masing-masing berukuran 5 liter, 20 liter dan 35 liter,” ungkap Wakapolres Belu, Kompol Okto Wadu Ere kepada awak media di Makopolres Belu.

Baca : 150 Advokat Pancasila Dukung Pemerintah Bubarkan Ormas Radikal

Dikatakan bahwa, bbm yang diamankan sore tadi sesuai pengembangan penyelidikan dari Polisi. Ditindaklanjuti dalam operasi penyakit masyarakat dalam rangka kita memberikan kenyamanan, kestabilan harga dan jaminan sembako. Operasi yang dilakukan bersama tim buser melibatkan juga rekan Satgas Pamtas di perbatasan Mota’ain.  “Yang lain bensin dan solar paling banyak minyak tanah. Diduga mitan akan dibawa ke seberang wilayah timor Leste karena harga per liter mitan 1, sekian dollar,” ujar Okto.

Jelas dia, untuk bbm yang diangkut dari Halilulik ke Oelolok bersama pengemudi sedang kita tangani. Demikian juga dengan barang bukti mitan kita masih dalami, mereka mendapatkan minyak tanah  dari agen resmi atau yang lain. Kita akan kordinasi dengan Pemkab akan melihat distribusi agen seperti apa. Apabila ditemukan pelanggaran maka diproses . “Kalau bisa diproses ya diproses, kalau tidak cabut izin karena tidak sesuai aturan,” tegas dia.

Terkait pemilik yang di Mota’ain, kata Okto saat tim mendatangi lokasi penimbunan, pemilik bbm melarikan diri. Tapi saya sudah koordinasi dengan Desa Silawan , sehingga dikonfirmasi warga pemilik  bbm biar besok dia serahkan diri ke Polres Belu. “Partisipasi dari seluruh masyarakat untuk menyampaikan informasi-informasi baik penimbunan atau pengangkutan bbm illegal. Besar harapan, masyarakat stop melakukan aktifitas illegal karena hanya akan merugikan diri. Kami akan kejar terus sampai tidak ada lagi aktifitas itu,” tandas Okto.

Pemilik kendaraan dan bbm Haji Arifin ketika dikonfirmasi mengatakan, dirinya hanya membeli 14 jerigen solar dan dua bensin dari pertamina Halilulik untuk menjual enceren di tempat tinggalnya di Kiupukan, tidak dibawa kemana-mana. “Kalau sudah seperti ini, kami ikuti saja proses yang berlaku. Intinya kami tidak jual ke luar daerah tapi hanya di Kiupukan,” ucap dia.