116 Poktan di Perbatasan Belu-Timor Leste Dapat Bantuan Alsintan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sebanyak 116 Kelompok Tani di wilayah Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan RI-Timor Leste mendapat bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) berupa hand sprayer (penyemprot), hand traktor, multivator dan pompa air.

Bantuan alsintan tersebut diserahkan langsung secara simbolis Bupati Belu, Willybrodus Lay kepada perwakilan kelompok tani di Kantor Dinas Dinas Tanaman, Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Belu, Rabu (24/5/2017).

Menurut Lay, bantuan alat pertanian dari Pemerintah untuk para kelompok tani harus dimanfaatkan secara baik. Harus dipelihara atau dirawat secara teratur, ganti oli secara teratur dan apabila ada kerusakan dengan alatnua kalau tidak mengerti jangan dibongkar. “Jangan dijual alatnya, kalau tidak masuk penjara. Boleh tertawa yang menerima alat ini, tapi jangan dijual alatnya karena itu akan urusan dengan Polisi,” pesan dia.

Dikatakan, habis pembagian peralatan ini para kelompok tani langsung menggunakan alatnya. Pembagian alat ini harus bisa dimanfaatkan para kelompok tani secara baik sehingga meningatkan ekonomi masyarakat.

Dinas harus sediakan satu nomor pengaduan untuk melayani kebutuhan petani akan kebutuhan pupuk dan lainnya apabila stok habis.

Baca : TNI, Guru dan Pelajar di Perbatasan Belu-Timor Leste Upacara Harkitnas

“Tolong petani kelompok perluas lagi lahan yang ada. Harus ajak dengan masyarakat lainnya, harus bisa berproduski dengan peralatan yang ada karena ini modal yang diberikan untuk berproduksi,” ungkap Lay.

Kesempatan itu dikatakan, dirinya mendapat laporan bahwa para PPL yang tidak berada ditempat ketika masyarakat membutuhkan bantuan untuk pendampingan. Tugas PPL membantu masyarakat mewujudkan mimpi agar masyarakat lebih sejahtera. “PPL ingat ada laporan bahwa PPL tidak ada di tempat, maka saya akan lalukan tindakan. Saya omong agak keras untuk kebaikan kita kedepan,” tegas dia.

Diinginkan masyarakat punya penghasilan meningkat baik jagung maupun padi. Masyarakat peneriman bantuan setelah ini pulang harus bekerja, jangan tunggu di musim hujan baru kerja, tapi di musim panas juga terus bekerja. Diharapkan agar tahun depan 1 hektar jagung bisa menghasilkan 6 ton, karena ditempat lain sudah 8 ton bahkan sampai 10 ton jagung yang dihasilkan masyarakat. Setelah ditanam jangan jangan tidur tapi harus membersihkan rumputnya sehingga tanah subur dan jangan pakai cairan kimia untuk bersihkan rumput.

“Untuk sawah kita perhektar tahun depan harus 6 ton, dibandingkan yang lalu 1 hektar 3 ton. Saya tuntut kalau tidak bekerja dengan sungguh-sungguh saya tidak akan bagi bantuan lagi. Jangan sampai barang ini hanya nongkrong, saya diambil kembali. Saya mau pendapatan masyarakat itu meningkat dan itu adalah keinginan Pemerintah,” tegas dia.

Dia meminta kepada seluruh PPL harus terus berkomunikasi dengan masyarakat petani yang ada di kecamatan, juga manteri tani harus bersinergi dengan desa sehingga program peningkatan kesejahteraan masyarakat terwujud. “Bagi PPL yang mendampingi petani hasil panen jagung di atas 6 ton maka saya kasih pesiar kedua-duanya ke Thaliand,” janji Lay.