Kodim 1605/Belu Sosialisasi Pembangunan Kikavser di Lelowai

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kodim 1605/Belu melaksanakan kegiatan sosialisasi pembangunan Kompi Kavaleri Panser (Kikavser) di Kantor Desa Derok Faturene, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Dandim 1605/Belu Letkol Czi. Nurdihin Adi Nugroho melalui Kasdim Mayor Inf.Binsar Pasaribu ketika dihubungi media, Selasa (23/5/2017) menyampaikan, kegiatan sosialisasi pembangunan Kikavser di Lelowai telah dilaksanakan pada Jumat tanggal 18 Mei pekan lalu di Kantor Desa Derok Faturene.

Pembangunan Kikavser guna menyiapkan kekuatan pasukan TNI dalam mencegah berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan. Karena itu, sosialisasi bagi masyarakat perlu agar bisa mengetahui akan dibangun Kikavser di Lelowai, perbatasan Belu dan Timor Leste.

“Kami berharap, agar masyarakat di Desa Derok Faturene memberikan dukungan untuk pembangunan Kikavser serta pembentukan satuan-satuan TNI di wilayah perbatasan Belu,” ucap dia.

Pembangunan Kikavser, jelas Pasaribu tidak untuk mempertahankan negara jika terjadi peperangan. Tapi TNI juga dapat membantu masyarakat apabila sesewaktu terjadi bencana diluar dugaan. Konteks wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, pembentukan satuan TNI sangat diperlukan.

“Terutama dalam upaya menangkal ancaman, dan gangguan dari luar mengingat daerah Belu berbatasan langsung dengan negara Timor Leste,” urai dia.

Lanjut dia, tujuan dibentuknya satuan baru TNI itu merupakan program dari Pemerintah Pusat di bidang Hamkam-Pertahanan dan Kemananan untuk kepentingan bangsa dan negara, bukan semata-mata untuk kepentingan TNI. Pembentukan satuan baru itu dan pembangunan Kikavser memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ekonomi daerah.

Baca : Jelang HUT Kodam IX/Udayana ke-60, TNI Karya Bakti Bersihkan Rumah Ibadah

Sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat. Dengan pertahanan yang kuat, maka tidak ada negara lain yang mengklaim wilayah Indonesia menjadi wilayah mereke. Dengan kekuatan yang kuat pula maka TNI dapat melakukan pengawasan, penjagaan, dan pengamanan disetiap jengkal wilayah termasuk pulau-pulau terdepan di daerah perbatasan.

“Tujuan ini untuk bangun infrastruktur atau instalasi Pemerintah dari segi pertahanan yakni, berupa pangkalan militer, bukan untuk bangun tempat-tempat ibadah, karena ada informasi yang beredar di masyarakat akan dibangun tempat ibadah,” terang Pasaribu.

“Kalau dapat persetujuan dari masyarakat Kikavser dibangun, harapan kedepan putra-putri dari desa ini bisa ada yang dapat kesempatan untuk jadi anggota TNI. Kodim telah minta ke Korem, agar khususnya untuk wilayah Belu ada alokasi untuk putra-putri daerah perbatasan untuk masuk tentara dengan diberikan kemudahan dalam proses pencalonan dari pendaftaran hingga proses seleksi,” ucap dia.

Kepala Desa Derok Faturene, Andreas Nahak mengatakan, tujuan sosialisasi untuk kebaikan dan kemajuan masyarakat perbatasan, khususnya di desa Derok. Dia menghimbau pada para Ketua Suku agar menyampaikan masukan dan kesepakatan, agar pada saat proses pembangunan dimulai tidak ada pengaduan atau komplain maupun permasalahan dari masyarakat atau pihak-pihak terkait yang punya kepentingan.

Senada Gaspar Beti selaku pemilik lahan bersama tokoh adat dan masyarakat setempat siap memberikan lahan untuk pembangunan Kikavser. Sosialisasi telah digelar yang kedua kali, dan perlu ditinjau ulang batas-batas lokasi antara pemilik lahan dan warga lainnya. “Saya minta dukungannya, selain pembangunan ini juga bertujuan demi kemajuan kita semua di daerah perbatasan,” kata Beti.

Kegiatan tersebut dihadiri juga Danramil 1605-05/Belu, Pasi Log Kodim 1605/Belu, Kapolsek Halilulik, Kasi Tantib Kecamatan Tasbar, Sekdes Derok Faturene, Para Kadus,tokoh adat, masyarakat dan tokoh pemuda setempat.