Media Berperan Perangi Berita Hoax

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Memasuki era ‘New Media’ yang memiliki karakteristik digital, hypertextual, virtual dan simulasi maka media pemberitaan harus berperan memerangi berita Hoax (berita yang tidak benar/ berita bohong).

Hal ini disampaikan Pemimpin Redaksi (Pemred) Pos Kupang, Dion Putra saat membawakan materi pada acara Media Gathering BPJS Cabang Kupang, Sabtu, (20/ 5/2017).

Menurut Dion, terdapat tiga ciri yang membedakan jurnalisme digital dengan jurnalisme tradisional (konvensional) yakni interaktif, personal dan konvergensi.

“Interaktif artinya berinteraksi langsung dengan pembaca. Sedangkan personal artinya, berita yang disajikan lebih mengena kepada pembaca atau user dari website atau portal tertentu,” ujarnya.

Sementara konvergensi artinya, jurnalisme digital tidak hanya terbatas pada suatu media namun saling terkait dengan bentuk media yanh lain.

Dion menyebutkan, berdasarkan hasil penelitian, sebesar 27 persen dari 1000 berita hoax, maka hoax yang paling banyak tersebar adalah mengenai informasi kesehatan.

Baca : PGRI Prihatin Ada Guru Honor Yang Mendapat Upah 150 Ribu Perbulan

Posisi kedua berita hoax terbanyak adalah tentang politik sebanyak 22 persen, disusul berita hiburan sebesar 15 persen sedangkan sisanya berita tentang persaingan bisnis dan lainnya.

“Berita yang aneh-aneh itu pasti hoax. Contohnya, tolong sebarkan berita ini. Jika ada tulisan seperti ini dapat dipastikan bahwa itu berita hoax,” tandasnya.

Sementara itu, mantan wartawan sekaligus dosen Sekolah Tinggi Komunikasi London School of Public Relation (Stikom LSPR), Sri Tunggul Panindrya mengatakan, jurnalisme di era digital harus mampu menguasai teknologi dan mengembangkan kamampuan diri sesuai dengan perkembangan zaman.

“Wartawan dituntut paham soal tatakelola website serta mampu memahami selera pembaca sekaligus menyenangkan pembaca dengan berita-berita yang ada nilai manfaat,” ujarnya.

Dia menambahkan, dalam penulisan berita wartawan juga wajib memenuhi standar atau kaidah-kaidah jurnalistik, sehingga dapat menghasilkan tulisan atau berita yang punya bobot atau berkualitas.