PGRI Prihatin Ada Guru Honor Yang Mendapat Upah 150 Ribu Perbulan

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) prihatin dengan nasib tenaga guru yang berstatus honer. Keprihatinan itu berdasarkan upah tenaga guru honorer yang jauh disebut layak. Bahkan ada tenaga honorer yang upahnya hanya sebesar Rp. 150 ribu perbulan.

Demikian dikatakan Ketua PGRI NTT, Drs.Octo Oupoly usai membuka Seminar Nasional Dalam Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Yang berlangsung hari ini, Sabtu (20/5/2017), di Hotel Neo Aston Kupang.

Oupoly mengaku, sebagai ketua PGRI dirinya sangat prihatin dengan nasip para guru honorer yang menerima upah sangat kecil. Uniknya, honor yang sangat kecil bukan saja diterima para guru yang berada di daerah terpencil, tetapi di Kota Kupang, yang merupakan ibukota provinsi NTT, guru honor ada yang menerima upah hanya sebesar Rp.250 ribu.

“Memang sungguh memprihatinkan. Dengan honor yang sangat kecil bagaimana mereka bisa fokus mendidik anak bangsa. Orang yang bekerja di toko saja gaji lebih besar dari Guru Honor. Selain itu honor yang diberikan juga sangat jauh dari upah minimum pekerja (UNP) yang ditetapkan Gubernur NTT,” katanya.

Atas honor yang tidak layak yang diterima guru honor di NTT, lanjut Oipoly, dirinya sangat mengharapkan aga pemerintah bisa memberikan perhatian terhadap nasip guru honorer. Perhatian yang diberikan berupa dana subsisdi khusus kepada para guru lewat sekolah-sekolah dimana para guru mengabdi.