Curi Kotak Amal Masjid, Dua Pelajar di Kupang Diamankan Polisi

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Dua pelajar SMU  di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) diamankan polisi karena mencuri kotak amal di Masjid Darul Hijrah di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Kedua pelaku masing-masing berinisial SAK (16), warga RT.006/RW.002, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa dan rekannya PP (16), warga RT.15/RW.05, Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa.

Kabid Humas Polda NTT, AKBP Jules Abraham Abast yang dikonfirmasi, Jumat (19/5/2017) membenarkan hal tersebut. Menurut Jules para pelaku ditangkap setelah aksinya terekam  Closed Circuit Television (CCTV) atau kamera pengintai yang terpasang pada masjid tersebut.

“Kasus pencurian tersebut dilaporkan oleh Ardu Muhammading (47), warga Jalan Fetor Foenay RT.034/RW.012, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa,” ungkap Jules.

Menurut Jules, aksi pencurian itu diketahui saat Ardu hendak mematikan listrik usai sholat subuh bersama temannya bernama Burhanudin Batik. Dirinya kaget melihat satu pintu di dalam masjid itu telah dirusak orang tak dikenal.

Melihat hal yang janggal tersebut, Ardu langsung memeriksa kotak amal dan dirinya menemukan kunci gembok kotak amal sudah dalam keadaan rusak.

“Pelapor juga menemukan kalau uang amal berupa pecahan lembaran kertas didalam kotak amal sudah tidak ada dan hanya tersisa uang recehan,” katanya.

Selanjutnya, Ardu membuka rekaman CCTV untuk mengetahui jelas kejadian itu dan dia menemukan ada pelaku pencurian yang masuk dan mencuri uang serta merusak dan mencuri salah satu unit CCTV.

“Pelaku sudah diamankan dan juga telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan pelapor. Kita juga sudah menginterogasi pelaku dan keduanya mengakui perbuatannya,” ungkap Jules.

Kedua pelaku mengaku mencuri kotak amal di masjid tersebut saat subuh sekitar pukul 02.00 Wita, saat suasana masjid masih sepi. Selain mengamankan kedua pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang sebanyak Rp77.500.

“Kedua pelaku mengaku mencuri uang untuk membeli kebutuhan. Sebagian uang hasil curian dipakai berbelanja dan untuk makan,” pungkas Jules.