Mantan Penyelenggara Pemilu Kecam Aksi Pemukulan Terhadap Ketua KPU Lembata

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Seluruh mantan Penyelenggara Pemilu Tingkat Kecamatan se- Kabupaten Lembata, menyatakan prihatin dan mengecam serta mengutuk keras aksi premanisme yang dilakukan oknum pengacara, Melky Pranata Koedoeboen, terhadap Ketua KPU Lembata Petrus Payong Pati.

Mantan Ketua PPK Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Elias Kaluli Making mewakili seluruh mantan Penyelenggara Pemilu se Kabupaten Lembata menyerukan bahwa tindakan main hakim sendiri yang dilakukan Melky Pranata Koedoeboen, jelas adalah sebuah perbuatan yang tidak berprikemanusiaan.

Bahwa tindak kekerasan yang dilakukan Melky Pranata Koedoeboen, tidak semata kepada Petrus Payong Pati, namun kekerasan sebagaimana yang dialami Petrus Payong Pati adalah bentuk pelecehan terhadap Institusi KPU, mengingat kehadiran Petrus dalam sidang Putusan DKPP atas aduan dugaan pelanggaran kode etik, adalah dalam kapasitasnya sebagai Ketua KPU Lembata.

“Karena itu kami menghimbau semua pihak yang peduli, terutama institusi KPU untuk terus mengkawal proses hukum kasus penganiayaan yang dilakukan Melky Pranata Koedoeboen, hingga tuntas,” kata Elias melalui rilis yang diterima media ini di Kupang, Kamis (18/5/2017).

Menurut dia, tindak kekerasan untuk dan atas nama apapun tidak dibenarkan, apalagi dilakukan oleh Melky Pranata Koedoeboen, yang dalam kesehariannya diketahui berprofesi sebagai Pengacara. Penganiayaan yang dilakukan Melky terhadap Ketua KPU Lembata bukan saja bentuk pelanggaran hukum namun Melky secara sadar melecehkan profesi pengacara.

Baca : DKPP Rehabilitasi Anggota KPU Flores Timur dan Lembata

“Karena itu kami menghimbau KPU untuk mengadukan Melky Pranata Koedoeboen, ke Asosiasi Pengacara yang memayunginya, serta mendesak pihak asosiasi untuk mencabut ijin beracara Melky Koedoeboen SH,” ujarnya.

Aksi premanisme yang dilakukan Melky, patut diduga adalah sebuah tindakan berencana yang jug diduga melibatkan orang lain. Karena itu, pihaknya mendesak pihak kepolisian Menteng untuk mengusut tuntas, menangkap serta memproses hukum siapa saja terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap Ketua KPU Lembata tersebut.

Selain itu, mendesak pihak Kepolisian Menteng untuk segera menetapkan status tersangka dan segera menangkap dan menahan pelaku, agar pelaku tidak melarikan diri, atau bisa mengulangi perbuatannya. Apalagi alat bukti yang diperlukan untuk memroses hukum kasus ini telah terpenuhi.

“Kami juga mendesak Paket Titen sebagai pihak pengadu untuk mengklarifikasi posisi Melky Pranata Koedoeboen, mengingat klarifikasi yang dirilis beberapa media online oleh Bapak Petrus Bala Patyona dalam hal ini sebagai kuasa hukum Paket Titen, membantah jika pelaku bukan Kuasa Hukum Paket Titen,” tandasnya.