Pihak LP Ruteng Tagih Janji Gubernur NTT

Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Pihak Lembaga Pemasyarakatan (LP) Labe Ruteng, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT kini tengah menanti kepastian janji Gubernur NTT, Frans Lebu Raya pada sosialisasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2015 lalu.

Saat dia bertandang ke LP Labe Ruteng dalam rangka Pilpres.

Disaksikan sejumlah awak media, ketika itu, Sabtu, (14/6/2014) siang, Frans Lebu Raya bersama rombongannya mengunjungi LP Labe Ruteng, memberikan sambutan dan memantau langsung rumah ibadah bagi warga LP, yaitu Gereja dan Mushollah.

Salah satu hal yang memperihatinkan dan menjadi fokus perhatiannya saat itu adalah terkait kondisi Gereja tua yang konon didirikan puluhan tahun silam sejak LP itu ada.

Namun menurut pihak LP sendiri Gereja tersebut sudah lama tidak dipakai karena rusak dan kapasitasnya sangat kecil, kurang lebih 7 x 9 meter persegi.

Berbeda dengan Musholla yang berada persis bersebelahan atau berdampingan dengannya yang berukuran lebih besar dan masih terlihat utuh.

Kepada Pihak LP, Gubernur Leburaya ketika itu memerintakan agar segera membuat proposal ke Pemerintah melalui Marius A. Jelamu, kepala Bappeda NTT saat itu.

“Kami disuruh membuat proposal waktu itu melalui Marius Melamu. Dan kami sudah penuhi itu. Namaun sampai sekarang tidak ada realisasinya,” tutur Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Labe Ruteng, Anton H. J. Gili, A.Md, IP, SH kepada NTTOnlinenow.com di Ruteng, Selasa (16/5/2017) siang.

Sungguh bangunan Gereja tersebut terlihat reot dan rusak parah. Zink dan plafonnya terlihat sudah rusak parah, berlubang, lantainya retak atau terpecah-pecah, dindingnya rapuh dan lapuk karena termakan usia, dan jika hujan tiba, airnya masuk dan menggenangi isi ruangan sempit itu.

Baca : Bupati Kupang Mendaftar Balon Gubernur di PKB NTT

Pantauan Media ini, Selasa (16/5/2017) siang kondisi Gereja tersebut didalamnya terlihat makin reot, tampak tidak terawat.

Kondisi itu lebih parah dari kondisi 4 tahun lalu, saat Gubernur NTT itu bertandang ke situ.

Kepada Wartawan Anton mengaku sesalkan sikap Gubernur Lebu Raya yang dinilainya tidak konsisten dengan sikapnya.

“Kita sesalkan karena seluruh warga LP telah mengetahuinya. Apalagi ini Gubernur sendiri,” pungkasnya.

Walau demikian, Anton bersama pihaknya masih berharap agar suatu saat akan ada jawabannya.

“Kan Gubernur sendiri yang datang melihat langsung. Dia sendiri pula yang menyuruh kami membuat proposal dan ditujukan kepadanya pula,” ungkap Anton.

Selain itu, Kalapas Anton juga menjelaskan bahwa saat ini LP Labe Ruteng mengalami over kapasitas. Tahanannya 47 orang, Napi 158 orang, total kapasitas 205 orang.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*