Bupati Lay Himbau Para Kades Sukseskan BUMDes

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Bupati Belu, Willybrodus Lay menghimbau pada Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Belu untuk menyukseskan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pasalnya BUMDes merupakan tulang punggung perekonomian Desa guna meningkatkan kesehateraan warga.

Hal itu disampaikan Bupati Lay pada acara penandatanganan MoU pembentukan PT Mitra BUMDes antara Pemkab Belu dan Perum Bulog di Hotel Nusantara 2 Atambua, Rabu (17/5/2017), Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan RI-Timor Leste.

Menurut dia, Pemerintah Desa perlu memahami arti BUMDes karena merupakan badan usaha milik desa yang dibangun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Andaikan saat ini BUMDes suatu Desa mempunyai modal Rp 5 juta, maka harus dikembangkan sehingga suatu saat modal itu berkembang menjadi Rp 5 milyar.

Kemajuan BUMDes membutuhkan inovasi dalam mengelola usaha. Badan usaha yang dibangun tidak hanya saja menampung dan memasarkan hasil pertanian semata. Akan tetapi bisa menyediakan juga kebutuhan masyrakat pada umumnya dan petani, khususnya seperti kebutuhan sandang, sarana pertanian diantaranya benih dan peralatan olah lahan.

“Jangan petani harus datang ke kota dengan keluarkan biaya yang mahal hanya untuk beli benih saja. BUMDes yang perlu sediakan kebutuhan para petani,” ujar Lay.

Baca : Pusterad Gelar Binter Asistensi Teknis di Kodim 1605/Belu

Lebih lanjut jelas dia, keberhasilan pengelolaan pembangunan Desa bisa diukur pula dengan keberhasilan seorang kepala Desa dalam mengelola BUMDes. Diharapkan para Kades agar bekerja sama dengan PT Mitra BUMDes, Bulog untuk penyerapan dan pemasaran hasil pertanian.

“BUMDes penting karena dapat jadikan masyarakat bisa mandiri dalam hidup,” kata Lay usai penandatangan MoU.

Sementara Direktur Utama PT Mitra BUMDes Nusantara, Abdullah Jawas mengungkapkan, pihaknya merupakan perpanjangan tangan dari mitra usaha seperti BUMDes untuk memasarkan hasil-hasil pertanian Desa.

“Kita bantu untuk menyerap dan memasarkan hasil-hasil dari Desa. Kita bantu dengan mengoptimalkan sumber daya dan informasi supaya masyarakat tidak dirugikan,” ucap dia.

Yang diharapkan kata Jawas, tidak semena-mena terjadi permainan harga hasil pertanian. Tetapi membantu menginformasikan harganya. Sebaliknya kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat bisa dengan mitra kerja. “Seperti Bulog untuk menyediakan, supaya bisa dijangkau masyarakat dengan standar harga normal yang bisa diperoleh,” jelas dia.