Direktur RSUD : Bekerja Dengan Hati dan Utamakan SDM

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua drg. Ansila Eka Mutik mengatakan sebagai Pemimpin baru akan siap melaksanakan pekerjaan menjalan tugas pelayanan dengan hati.

“Terimakasih pada Pemerintah Kabupaten Belu yang telah mempercayakan untuk memimpin Rumah Sakit Atambua, juga pada Pejabat lama yang telah menanamkan langkah awal untuk nanti saya memimpin kedepan,” ungkap dia kepada awak media usai dilantik, Selasa (16/5/2017) di aula Rumah Sakit.

Menurut Ansila, Rumah Sakit merupakan suatu tempat dimana bekerja dengan orang yang pendidikan paling rendah sampai yang paling tinggi. Tentunya kami akan bekerja dengan hati seperti yang disampaikan Pak Wakil Bupati.

“Saya akan membuat sesuatu hal, dimana seluruh staf Rumah Sakit akan bekerja seperti di rumah sendiri,” janji dia.

Lanjut Ansila, selain itu juga harus memberikan orang lain itu merasa sayang terhadap kita. Sehingga dalam kita melakukan apapun pekerjaan mereka akan mengikuti yang pasti kepada arah yang baik dan benar.

“Jadi sumber daya manusia akan betul-betul saya perhatikan, memang tidak nampak kita merubah. Tapi minimal kita membut orang merasa lebih dekat dengan kita, sehingga apapun itu pelayanan lebih baik,” ujar dia.

Baca : drg.Ansila Dilantik Jadi Direktur RSUD Mgr.Gabriel Manek Atambua

Dikatakan, dirinya target tidak akan meluk-muluk, tetapi bahwa yang harus kita perhatikan sesuai pesan Pak Bupati yang sangat menekankan tentang kebersihan. Saat ini dalam proses akreditasi untuk 15 pokja, jadi mudah- mudahan setelah akreditasi berjalan apa yang diharapkan Pak Bupati diyakini bisa terlaksana.

“Karena itu saya minta dukungan dari semua staf untuk mendukung pekerjaan dalam pelayanan kepada warga pasien juga dukungan dari seluruh media,” pinta Ansila.

Ketika disinggung soal RSUD Atambua yang jadi Rumah Sakit rujukan, jelas Ansila, Rumah Sakit ini sebagai rujukan regional. Sesuai pengamatan saat ini peralatan rumah sakit sudah cukup lengkap untuk siap menerima pasien-pasien rujukan baik dari Malaka, TTU dan Alor.

“Karena itu saya lebih menekankan lagi SDM. Untuk kapasitas tempat tidur saat ini 150 karena kita dengan type C. Mudah-mudahan nanti dengan akreditasi kalau sudah bisa lulus paripurna ditambah dokter spesial dan memiliki tempat tidur lagi,” kata dia.

Lanjut Ansila, selain rujukan regional daerah kita berada di perbatasan. Memang kita Rumah Sakit daerah. Tetapi saya sudah memohon izin Pemkab, bukan hanya Rumah Sakit daerah tapi kita juga sebenarnya Rumah Sakit Intenasional karena berada di perbatasan dengan Timor Leste.

“Sehingga perlakukan maupun kelakukan kita sebagai orang yang bekerja di Rumah Sakit Atambua ini harus bisa menunjukan bahwa kita birokrasi Internasional,” pungkas dia.