SMK Sadar Wisata Ruteng Bekerjasama Dengan Yayasan SES Jerman

Laporan Nyongki Mauleti
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sadar Wisata Ruteng, kabupaten Manggarai, Flores, NTT berkerjasama dengan yayasan Senior Experten Service (SES) Jerman, yaitu sebuah yayasan Jerman yang khusus bergerak dibidang kurikulum.

Dr. Philip Herman Ayen salah satu ahli SES Jerman, melalui juru bicaranya, Yohanes Taji seorang guru SMK Sadar Wisata Ruteng, Sabtu, (13/5/2017) di Ruteng, kepada sejumlah awak media menjelaskan bahwa, tujuannya ke SMK Sadar Wisata Ruteng saat ini untuk menerapkan dan mengembangkan sebuah kurikulum dual syistem yang ada di Negaranya, yaitu sinkronisasi antara kurikulum yang ada di sekolah dan disesuaikan dengan permintaan dari dunia usaha dan industri.

Yayasan tersebut dibentuk secara mandiri oleh para profesional yang sudah ahli dibidangnya masing-masing.

Tujuannya adalah untuk memberikan bantuan pengembangan kurikulum dan kemajuan dibidang pendidikan kejuruan diberbagai negara.

Yayasan ini juga, pasalnya, telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia dengan Jerman, ketika Presiden Jokowi Dodo bersama Mendiknas, Anis Baswedan dan Direktur Pembina SMK Se Indonesia berkujung ke Jerman pada tahun 2016 lalu.

Oleh karenanya, dalam penyusunan kurikulum itu, Dr. Ayen menyarankan supaya melibatkan seluruh dunia usaha dan industri yang ada di Flores, yayasan, org tua, dan para guru sehingga betul-betul menghasilkan sebuah kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Kepala Sekolah SMK Sadar Wisata Ruteng, Wihelmus Bastian, A.Md, kepada wartawan, Sabtu siang juga menjelaskan bahwa tujuan utamanya adalah meminta bantuan para ahli untuk meningkatkan kualitas para lulusan atau tamatan SMK Se Indonesia.

Indonesia, lanjut dia, meminta Jerman, melalui yayasan ini untuk melakukan revitalisasi seluruh SMK diseluruh Indonesia, tujuannya untuk meningkatkan peran SMK dalam pembangunan di Indonesia.

Oleh karenanya maka sebagai sekolah pariwisata, tentunya sekolah harus mampu menghasilkan output yang profesional dibidang pariwisata, hotel dan travel karena itu sangat membutuhkan kurikulum yang memadai yang benar-benar sesuai dengan tuntutan dunia usaha dan industri.

Baca :

Kerjasama ini, lanjut Bastian adalah realisasi dari MoU antara Indonesia dan Jerman, yang kemudian diputuskan sebanyak 25 SMK di Indonesia tahun ini, termasuk salah satunya adalah SMK Sadar Wisata Ruteng yang mendapat kesempatan pertama untuk digembleng oleh yayasan tersebut.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menghasilkan siswa tamatan SMK Sadar Wisata yang siap bekerja, memiliki potensi atau keterampilan dan sesuai dengan standar yang dibutuhkan dunia usaha dan industri.

“Intinya kami memanggil dunia usaha dan industri, bersama mereka untuk menyusun sebuah kurikulum, kira-kira kompetensi apa mereka butuhkan. Nanti sekolah tinggal mensupplay tenaga kerjanya berdasarkan permintaan dari dunia usaha dan industri tersebut,” jelasnya.

Bastian kembali menyebutkan bahwa ada dua hal penting dari dual sistem ini, Pertama, kurikulum yg disiapkan adalah hasil kerjasama antara dunia usaha dan dunia industri. Kedua, sistem yang dipakai, praktek lebih banyak dari pada teori, yaitu 70 persen praktek dan 30 persen teori, baik di sekolah maupun di industri.

“Oleh karenanya, maka mau tidak mau, suka atau tidak suka, sekolah wajib menyiapkan fasilitas praktek yang memadai,” tegas Kepsek Bastian.

SMK Sadar Wisata Ruteng, tambahnya lagi, adalah salah satu SMK yang akan direvitalisasi.
Tujuannya adalah untuk menjadikan SMK sebagai pusat sertifikasi bagi siswa, guru-guru dan pusat belajar.
Program SES Jerman dan revitalisasi ini untuk menghasilkan tamatan SMK yang siap bekerja.

“SMK bisa, SMK hebat,” ujarnya singkat.

Sehingga kedepannya tamatan SMK Sadar Wisata Ruteng ini tidak lagi kuliah tetapi langsung kerja, pungkasnya.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*