Perlu Sinergitas Wujudkan NTT Bebas Malaria

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Hingga saat ini belum ada satu pun daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dinyatakan bebas Malaria. Karena itu, perlu kerja sama semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat untuk membebaskan NTT dari penyakit mematikan yang ditularkan oleh nyamuk tersebut.

Hal ini mengemuka dalam dialog terbuka “Gerakan Media dan Masyarakat untuk NTT Bebas Malaria Demi Mensukseskan ‘The New Tourism Terrytory’ yang diselenggarakan di Aula Kampus Akademi Kebidanan Kupang, Senin (15/5/2017) malam.

Dialog terbuka tersebut menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya Mantan Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi NTT, Kornelis Kodi Mete, Kadis Pariwisata NTT, Marius Jelamu, Pemimpin Redaksi Harian Umum Pos Kupang, Dion Putra.

Mantan Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi saat menyampaikan materinya menyebutkan, Indonesia masuk dalam salah satu dari tiga negara penyumbang malaria terbesar di dunia. Dua negara lainnya yakni India dan Myanmar.

Sementara untuk di Indonesia, terdapat empat daerah penyumbang malaria, yakni Papua, Papua Barat, Maluku dan NTT. Di NTT sendiri terdapat beberapa daerah yang diketahui sebagai penyumbang malaria, salah satunya adalah di Pulau Sumba.

Oleh karena itu, menurut dia, diperlukan upaya terintegrasi yang perlu dilakukan bersama dari pemerintah pusat hingga daerah bahkan sampai pada tingkatan paling bawah yaitu pemerintah desa.

Baca : Buron Tiga Bulan, Pemerkosa Anak Bawah Umur Dibekuk Polisi

“Biasanya laporan dari pemerintah terkait malaria tidak lengkap, begitu juga dengan laporan dari Rumah Sakit- Rumah Sakit baik negeri maupun swasta,” kata istri mantan gubernur NTT, Ben Mboi.

Nafsiah juga menegaskan, membebaskan NTT dari malaria merupakan tanggungjawab bersama, oleh karenanya hal ini menuntut peran aktif dari semua komponen baik pemerintah maupun masyarakat.

“Kadang-kadang masyarakat terkesan pasif dan tidak peduli, seringnya kalau masyarakat dibagikan kelambu bukannya digunakan sebagaimana manfaatnya, tetapi malah dipakai untuk menjala ikan,” tandasnya.

Pemimpin Redaksi Pos Kupang, Dion Putra mengatakan, malaria belum mendapat porsi pemberitaan bagi media massa di NTT. Media terkadang masih terjebak dengan istilah “Bad News is Good News”, bahwa isu malaria belum menjadi agenda utama pemberitaan media massa.

“Fakta hari ini, malaria bukan berita yang seksi atau menarik bagi media- media pemberitaan. Selain itu belum adanya komitmen pemerintah bersama stakeholders dengan media massa,” katanya.

Oleh karena itu, Dion menyarankan, pemerintah daerah membangun kemitraan dengan semua komponen terkait termasuk media massa agar bersinergi dalam mewujudkan NTT sebagai daerah yang bebas dari malaria.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*