Jerman Kembangkan Kurikulum Dual Sistem di SMK Darwis Ruteng

Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Yayasan Senior Experten Service (SES) asal Jerman, yaitu sebuah yayasan yang bergerak dibidang kurikulum melakukan kerjasama dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sadar Wisata (Darwis) Ruteng, kabupaten Manggarai, Flores, NTT.

Yayasan tersebut dibentuk secara mandiri oleh para profesional yang sudah ahli dibidangnya masing-masing. Tujuan untuk memberikan bantuan pengembangan kurikulum dan kemajuan dibidang pendidikan kejuruan diberbagai negara. Kurikulum yang dikembangkan adalah kurikulum dual system yang saat ini berlaku di negara maju seperti Jerman.

Salah satu ahli SES Jerman, Dr.Philip Herman Ayen selama hampir sebulan lamanya berada di SMK Sadar Wisata Ruteng untuk menerapkan dan mengembangkan kurikulum dual sistem tersebut.

Kurikulum dual system adalah sinkronisasi antara kurikulum yang ada di sekolah dan disesuaikan dengan permintaan dari dunia usaha dan industri.

Salah satu hal yang disarankan, Dr.Ayen kepada SMK yang ada di Indonesia pada umumnya, dan Sadar Wisata Ruteng khususnya, bahwa dalam penyususnan kurikulum harus melibatkan, dunia usaha dan industri, pihak sekolah, guru dan orang tua.

Hal itu perlu dilakukan untuk mensingkronisasikan, antara kurikulum yang akan dijalankan dengan kebutuhan dunia usaha dan industry, katanya.

Kepala Sekolah SMK Sadar Wisata Ruteng, Wihelmus Bastian, A.Md, kepada wartawan, menjelaskan bahwa tujuan utama kerjasama ini adalah untuk meningkatkan kualitas para lulusan atau tamatan SMK Sadar Wisata Ruteng.

Kerjasama ini dilaksanakan untuk menghasilkan siswa tamatan SMK Sadar Wisata yang siap kerja, memiliki potensi dan keterampilan sesuai dengan standar yang dibutuhkan dunia usaha dan industri saat ini.

Sebab Indonesia, lanjut dia, meminta Jerman, melalui yayasan ini untuk melakukan revitalisasi seluruh SMK diseluruh Indonesia, tujuannya untuk meningkatkan peran SMK dalam pembangunan di Indonesia.

Dari sekian banyak SMK di Indonesia yang akan direvitalisasi itu, salah satunya adalah SMK Sadar Wisata Ruteng, ujarnya.

Baca : Ribuan Lilin Untuk Ahok Dinyalakan di Manggarai

Tujuannya adalah untuk menjadikan SMK sebagai pusat sertifikasi bagi siswa, guru-guru dan pusat belajar.
Program yayasan SES Jerman dan revitalisasi ini untuk menghasilkan tamatan SMK yang siap kerja.

“SMK bisa, SMK hebat. Sehingga tamatan SMK Sadar Wisata Ruteng nantinya tidak lagi berorientasi kuliah tetapi langsung dunia usaha dan industry untuk bekerja,” pungkas Bastian.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa kurikulum yg disiapkan adalah hasil kerjasama antara dunia usaha dan dunia industri.

Selain itu, sistem yang dipakai, lebih banyak praktek dari pada teori. Prakteknya 70 persen, sedangkan teori 30 persen, baik di sekolah maupun di dunia usaha dan industri.

Oleh karenanya maka, sebagai sekolah pariwisata, tentunya sekolah harus mampu menghasilkan output yang profesional dibidang pariwisata, hotel dan travel karena itu sangat membutuhkan kurikulum yang memadai yang benar-benar sesuai dengan tuntutan dunia usaha dan industri.

“Maka mau tidak mau, suka atau tidak suka, sekolah wajib menyiapkan fasilitas praktek yang memadai,” tegas Kepsek Bastian.

Kerjasama ini, tambah dia, sebagai realisasi dari hasil Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia dengan Jerman, ketika Presiden Jokowi Dodo bersama Mendiknas, Anis Baswedan dan Direktur Pembina SMK Se Indonesia berkujung ke Jerman pada tahun 2016 lalu.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*