Doa Lintas Agama dan Aksi 1.000 Lilin dari Kupang untuk Ahok

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfrdo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Ribuan pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (13/5/2017) malam tadi menggelar doa bersama lintas agama dan aksi penyalaan 1.000 lilin di halaman kantor gubernur NTT.

Selain aksi menyalakan lilin dan doa bersama, warga juga menggelar aksi petisi dukung Ahok dengan membubuhkan tanda tangan pada spanduk berukuran sepanjang 50 meter.

Aksi ini merupakan bentuk sikap kritis atas ketidakadilan dalam seluruh proses peradilan hingga putusan terhadap Ahok yang divonis 2 tahun penjara oleh hakim Pegadilan Jakarta Selatan beberapa saat lalu.

Terpantau, diiringi lagu kebangsaan, ribuan pendukung Ahok ini terus mengumandangkan perlawanan terhadap matinya keadilan menyusul putusan pengadilan yang dinilai sarat akan muatan atau kepentingan politik.

Kekecewaan para pendukung Ahok ini ditandai dengan penandatanganan petisi bersama oleh pemuda lintas agama di atas spanduk yang berukuran sepanjang 50 meter, yang mana meminta agar Ahok segera dibebaskan.

Ketua Pemuda Lintas Agama Kota Kupang, Ernes Blegur sebagai koordinator kegiatan, meminta pemimpin bangsa untuk tetap berkomitmen menjaga keutuhan NKRI.

Baca : Nyala Lilin Untuk Perdamaian NKRI Dari Warga Perbatasan Belu-Timor Leste

Menurut Ernes, pemerintah harus bertindak tegas untuk menolak kelompok radikalisme. Dia juga meminta lembaga peradilan bertindak independen tanpa intervensi dari pihak manapun.

Pihaknya juga, mendesak pemerintah Provinsi NTT, DPRD, tokoh agama dan tokoh pemuda untuk menfasilitasi pertemuan dengan Presiden Jokowi, paling lambat satu minggu ke depan.

“Tujuannya adalah yakni ingin mendukung presiden untuk mewujudkan pemerintah yang bersih dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan,” ucapnya.

Dia juga menambahkan, Indonesia saat ini sedang dalam ancaman kesenjangan sosial akibat tindakan-tindakan intoleransi yang dibangun oleh para penjahat kemanusiaan melalui kelompok-kelompok radikal.

“Karena itu, masyarakat NTT mendukung penuh pemerintah Jokowi untuk memberantas tuntas para penjahat kemanusiaan ini agar memutus berkembangnya intoleransi di wilayah NKRI,” pungkasnya.