Warga Kampung Weleng Ditemukan Gantung Diri Dipohon Kopi

Bagikan Artikel ini

Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Entah apa yang tengah terjadi padanya atau mungkin pada keluarganya, namun pria bernama lengkap, Amonius Yonsa (20), warga kampung Weleng, desa Wela Lada, kecamatan Sambi Rampas, kabupaten Manggarai Timur ini ditemukan gantung diri dipohon kopi dikebun milik, Damianus Arsam, Kamis, (11/5/2017) sekitar pukul 08.30 Wita.

Kronologis kejadiannya, sekitar pukul 08.00 wita, korban pergi ke kebun kopi Kawak kebun milik Damianus Arsam untuk memberi makan ternak kambing miliknya.

Sekitar selang beberapa jam setelah itu, korban pertama kali ditemukan oleh, Volensius Arman (15) siswa kelas V Sekolah Dasar yang hendak mencari kayu bakar persis di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Betapa kaget dan terkejutnya Ia melihat korban itu dalam posisi tergantung diatas pohon kopi dengan seutas tali nilon berwarna putih. Karena panik dan takut kemudian Ia lari kekampung untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada orang tua korban, Paulus Jehada (45).

Setelah mendengar laporan itu, Jehada pun langsung bergegas menuju TKP untuk memastikan teesebut dan ternyata benar, didapatinya anaknya itu dalam posisi tergantung dipohon kopi kebun milik, Damianus Arsam.

Baca : Primagama Mencari Juara, 2 Siswi SMP Imaculata Keluar Sebagai Pemenang

Kemudian Ia pun langsung menurunkannya dari atas gantungan dan membuka tali nilon yang menjerat lehernya, karena merasa tubuhnya masih hangat, dikiranya masih bisa diselamatkan, namun naas, nasib berkata lain korban tak berhasil diselamatkan ia ternyata telah meninggal dunia.

Pada pukul 11.00 wita, KSPK I Sektor Sambirampas mendapat laporan via telepon genggam kepala desa Wela Lada tentang kasus tersebut.

Atas laporan itu, Polsek Sambi Rampas berangkat ke TKP dibawah pimpinan Kanit Reskrim Bripka Arif Mali. Tiba di TKP pada pukul 14.30 wita dan mendapati korban telah diturunkan dari gantungan dan terbaring dibawah pohon kopi kemudian tali nilon yang menjerat lehernya juga sudah dibuka, kemudian Polisi langsung melakukan olah TKP.

Usai melakukan olah TKP, pkl. 15.30 wita jazadnya dibawah kerumah duka untuk disemayamkan dan dikebumikan dikampung halamannya di Weleng.

Pukul 16.00 wita sempat dilakukan pemeriksaan luar oleh petugas medis Puskesmas Lengko Ajang, Menofeltus Darman, A.Md dan ditemukan cairan sperma dicelana dan luka lebam dileher, diduga akibat jeratan tali, sementara disekujur tubuhnya tidak ditemukan bekas atau tanda-tanda kekerasan lainnya.

Atas peristiwa naas ini, keluarga korbanpun menerima ini sebagai musibah dan menolak untuk melakukan visum.

Dikabarkan pula bahwa korban sebelumnya pernah merantau di Kalimantan selama 5 tahun lamanya dan baru kembali kekampung halamnnya di Weleng setahun yang lalu.

Diduga ia nekat melakukan hal itu karena tekanan ekonomi keluarga.