Di Manggarai, Ribuan Massa Berunjuk Rasa Minta Bebaskan Ahok

Bagikan Artikel ini

Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Ribuan massa aliansi dari 3 Perguruan Tinggi di kabupaten Manggarai, yaitu STKIP ST. Paulus Ruteng, STIPAS ST. Sirilus Ruteng dan STIE Karya Ruteng, Kamis, 11 Mei 2017 siang memadati lapangan Motang Rua Ruteng, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT untuk menyampaikan sejumlah pernyataan sikap bela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai potensi dan ancaman disintegrasi bangsa.

Seperti sikap dan perilaku intoleransi, keinginan untuk menggantikan Pancasila dan UUD 1945 dan menggugat kembali NKRI oleh sekelompok kecil elemen bangsa karena kepentingan sesaat yang pragmatis dan egoism sepihak.

Dari sejumlah pernyataan sikap yang mereka serukan, dua diantaranya, yaitu pertama, turut belasungkawa atas matinya keadilan dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mantan Gubernur Nonaktif DKI Jakarta. Kedua, menolak tirani mayoritas dan menuntut tegaknya sipremasi hukum.

Mereka menilai bahwa, Ahok yang di vonis 2 tahun penjara oleh majelis hakim di Jakarta Utara, berdasarkan Pasal 156 a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, beberapa waktu lalu itu sebagai tumbal dari ulah para penguasa-penguasa berduit dan elit-elit politik di negeri ini, seru Marselus Samsudin salah satu orator perwakilan tokoh masyarakat ketika itu.

Baca : Warga Kampung Weleng Ditemukan Gantung Diri Dipohon Kopi

Putusan yang diberikan padanya, lanjut Samsudin, adalah penuh dengan syarat politik dan tekanan massa.

Walau dibawah teriknya matahari di kota Ruteng pada, Kamis siang itu, ribuan massa terlihat begitu semangat memberikan dukungan moril kepada Ahok.

Mereka bernyangi, memberikan yel-yel “hidup Ahok, hidup Ahok, dan ada pula yang mengatakan “bebaskan Ahok, bebaskan Ahok,” sambil mengacungkan tangannya keatas seolah tak terasa teriknya matahari siang itu. Mereka terlihat begitu antusias.

Usai berunjukrasa, ribuan massa tersebut membubarkan diri, kembali kekampusnya kemasing-masing dengan aman dan tertib tanpa dikawal aparat kemanan.