Tangkap Ikan Gunakan Kompresor, Enam Nelayan Asal NTB Diamankan Polisi

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Aparat Kepolisian Resor Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengamankan enam orang nelayan asal Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menangkap ikan dengan menggunakan kompresor.

Kabid Humas Polda NTT, AKBP Jules Abraham Abast mengatakan, para pelaku diamankan pada Senin (8/5/2017) sekira pukul 20.00 Wita saat menangkap ikan menggunakan kompresor di perairan laut Desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Provinsi NTT.

Menurut Jules, kejadian tersebut bermula saat anggota piket Reskrim Polres Lembata mendapat informasi dari pekerja bibit mutiara di Kecamatan Lebatukan, bahwa ada aktivitas kapal motor yang berada di sekitar tambak mutiara tepatnya di perairan desa Jontona Kecamatan Ileape Timur.

Dimana sebelumnya pekerja mutiara membawa kapal motor tersebut ke pelabuhan tambak mutiara di Mardeka, pada saat di pelabuhan tersebut pekerja tambak mutiara melihat di atas kapal terdapat mesin kompresor, sehingga pekerja tambak mutiara menghubungi pihak kepolisian.

Kemudian anggota Polres Lembata tiba di tambak mutiara dan melakukan interogasi, dan para nelayan yang menggunakan kapal motor tersebut mengaku melakukan penangkapan ikan di perairan Kabupaten Lembata dengan menggunakan alat bantu pernapasan kompresor.

Baca : Jembatan Noelmina Jembatan Segera Direhab

“Setelah itu sekitar pukul 05.30 Wita, pihak kepolisian membawa barang bukti yang ada kaitannya dengan penangkapan ikan menggunakan alat bantu pernapasan kompresor ke polres Lembata bersama dengan para terlapor,” katanya.

Para pelaku yang diamankan tersebut semuanya berasal Desa Bajo Pulau, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, NTB, masing-masing berinisial Ad (27), Ar (24), Yp (22), Ah (50), Tup (41), dan Arm (22).

Barang bukti yang turut diamankan yakni, 1 unit mesin kompresor, 3 unit dakor, 3 pasang kaki katak, selang kompresor, 1 unit kapal motor, 3 buah senter, 1 dos coolbox, 3 kaca mata selam, panah beserta busur, dan ikan hasil penangkapannya.

Terhadap para pelaku disangkakan pasal 85 UU RI No. 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 tentang Perikanan jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

“Saat ini para terlapor atau tersangka sedang dalam proses penyidikan. Terhadap para terlapor sudah dilakukan penangkapan dan penahanan di Polres Lembata,” tutup Jules.