Seminar Kegawatdaruratan Bedah, Berfokus Pada Kasus Bedah yang Sering Dihadapi

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Sebanyak dua ratus lebih tim medis dari berbagai kabupaten dalam Provinsi Nusa Tenggara Timur mengikuti Seminar Kegawatdaruratan bedah yang digelar Ikatan Dokter Bedah se- NTT di aula hotel Victory kefamenanu, Sabtu (06/05/2017).

Materi yang disuguhkan oleh empat dokter ahli bedah kali ini, difokuskan pada cedera kepala, Asuhan Keperawatan Pada Cedera Kepala, Luka bakar dan snake bite. Ke empat kasus bedah yang diambil menurut Ketua panitia dr. Teguh Dwi Nugroho, Sp.B, merupakan kasus bedah yang paling sering ditangani di RSUD Kefamenanu.

“Materi yang dipaparkan kali ini berfokus ke cedera kepala, luka bakar dan snake bite. Semuanya adalah kasus bedah yang paling sering kami hadapi. Pada kasus bedah Cedera kepala, paling sering kami melayani pasien kecelakaan motor. snake bite juga banyak, terutama di sini ketersediaan anti bisa ular masih sangat sedikit. Luka bakar sering sekali karena di sini masih berlaku budaya memanggang badan”, jelas Teguh, dokter spesialis bedah RSUD Kefamenanu.

Sehingga menurutnya, terselenggaranya kegiatan Seminar sehari tentang kegawatdaruratan bedah dengan melibatkan 255 tim medis dari berbagai kabupaten ini, memberi makna tersendiri yakni saling berbagai ilmu demi pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Lebih lanjut dijelaskan dokter Teguh, “Seminar yang baru pertama kali digelar di Kefamenau ini, dikhususkan untuk dokter dan perawat terutama di dataran timor. Alasannya fasilitas penunjang masih terbatas sehingga sesama tenaga medis bisa saling sharing ilmu dan pengalaman, sama – sama belajar, berbagi pengalaman dan kekurangan dari masing – masing tempat kerja melalui seminar ini. Tujuan utamanya yakni untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dari dokter umum, terutama perawat yang langsung berhadapan dengan pasien. Seorang perawat harus tahu dia berkomunikasi dengan siapa jika tidak tahu apa yang harus dibuat saat menghadapi pasien”.

Satu – satunya spesialis bedah RSUD Kefamenanu ini juga mengakui, proses bedah yang selama ini dijalankan banyak kali diperhadapkan dengan berbagai kendala, yakni situasi, waktu, ketepatan dan kecepatan untuk menentukan diagnosa.

Baca : Belum Dibebaskan, Keluarga Tersangka Jalan Perbatasan Segel Kejari Kefamenanu

Yang mana menurut dokter Teguh, semakin cepat mengetahui diagonosisnya, diikuti penanganan yang cepat akan memberi hasil yang jauh lebih baik. Hal – hal seperti inilah yang menurutnya tidak terlayani dengan baik. Sehingga pihaknya menganggap penting kegiatan ini demi memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan.

Sesuai pantauan media ini, terdapat 255 peserta yang mendaftar, masing – masing 190 perawat dan 65 dokter dari berbagai kabupaten di wilayah NTT. Kehadiran para peserta diharapkan untuk saling melengkapi demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang baik.

Sementara, Kadis Kesehatan Kabupaten TTU yang diwakili Thomas Laka sebagai Kabid Sumber Daya Kesehatan, merespon baik kegiatan seminar yang berlangsung. Prinsipnya seminar yang digelar dapat mengantisipasi kondisi – kondisi darurat yang terjadi.

“Pemkab TTU dalam hal ini Dinas Kesehatan, mendapat nilai plus lantaran banyak peserta dari luar yang mengikuti kegiatan ini. Intinya bahwa seminar kegawatdaruratan bedah ini, dapat mengantisipasi kondisi – kondisi darurat yang terjadi di semua sarana pelayanan kesehatan. Banyak hal positif di sektor kesehatan pada umumnya dan khususnya untuk pelayanan kesehatan di TTU. Dan untuk ke depannya, kita di TTU sudah mempunyai satu tanggungjawab moril untuk lebih mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung sehingga pelayanan kesehatan sesuai dengan harapan dalam seminar ini dapat berjalan baik.

Empat pemateri yang dihadirkan, masing – masing dr.I Wayan Wahyu Sutrisna, membawakan materi Cedera kepala, Pius A.L Berek, Asuhan keperawatan Pada Cedera Kepala,dr Teguh Dwi Nugroho, dengan materinya Luka Bakar dan dr.Jupiter Liufeto, mengangkat materi Snake Bite.