Belum Dibebaskan, Keluarga Tersangka Jalan Perbatasan Segel Kejari Kefamenanu

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Kantor Kejaksaan Negeri Kefamenanu (Kejari) Kabupaten Timor Tengah Utara NTT, Senin siang (08/05/2017) disegel belasan keluarga tersangka kasus ruas jalan perbatasan TTU. Keluarga tersangka mengamuk dan merangsek masuk halaman kantor Kejaksaan Negeri Kefamenanu dengan membawa potongan kayu dan poster yang bertuliskan penyegelan dan penilaian kinerja Kejari TTU yang dinilai tidak patuhi hukum yang berlaku. Poster – poster tersebut dipasang pada pintu masuk kantor Kejaksaan dan sasaran penyegelan lainnya pada ruang kerja Kajari, Taufik dan Kasi Pidsus, Kundrat Mantolas.

Sambil berjalan masuk ke dalam kantor kejaksaan, keluarga tersangka berteriak meminta Kajari Taufik dan kasi Pidsus, Kundrat Mantolas keluar menemui mereka guna memberi penjelasan hukum terkait status para tersangka.

“Kami minta Kajari dan Kasi Pidsus keluar memberikan penjelasan hukum kepada kami. Jangan asal mengeluarkan surat eksekusi tapi tidak ditindaklanjuti. Kajari dan Kasi Pidsus jangan tipu kami dengan mengeluarkan surat di atas surat”, teriak seorang ibu yang ikut dalam aksi tersebut.

Carolus Sonbay, ketua Komisi C DPRD TTU yang juga adalah saudara dari tersangka Wilibrodus Sonbay, ikut memrotes Kajari melalui Kasi Intel Novantoro Catur Prabowo. Menurut Sonbai, tidak hanya adiknya yang ditahan karena hukum, namun jika sudah ada putusan praperadilan dan adiknya tidak dibebaskan maka Kajari TTU juga bisa dilaporkan ke pihak kepolisian karena dianggap merampas kebebasan orang.

Selain menuding telah terjadi konspirasi hukum antara jaksa dan hakim Pengadilan Tipikor Kupang, keluarga tersangka juga mengancam akan menduduki kantor Kejaksaan setempat jika para tersangka tetap tidak dibebaskan juga.

“Saudara saya ditahan karena hukum, sekarang saudara saya dibebaskan demi hukum, pihak Kejari TTU malah melanggar hukum dan tidak membebaskan saudara saya. Ini sama dengan merampas hak orang. Jadi kepolisian juga harus bisa menahan Kajari TTU jika kami melaporkan Kajari melakukan perampasan hak orang”, tegas Sonbai kepada pihak Kejaksaan dan kepolisian diikuti teriakan keluarganya.

Baca : Pemkot Belum Memenuhi Target RPJM Selama Lima Tahun

Kepada massa yang melakukan aksi penyegelan, Kasi Intel Novantoro Catur Prabowo menjelaskan pihak kejaksaan sudah mempunyai itikad baik mengeluarkan surat eksekusi bagi para tersangka, namun kewenangan sudah beralih ke Pengadilan Tipikor Kupang.

“Mengenai hal ini, kami sudah mempunyai itikad baik dengan mengeluarkan surat eksekusi kepada para tersangka. Tapi yang menjadi masalah di sini adalah penahanan para tersangka sudah beralih ke Pengadilan Tipikor Kupang dan sidang terus berjalan”, jelas Novantoro.

Belum selesai dijelaskan Kasi Intel lebih lanjut, keributan kembali terjadi. Para demonstran yang kebanyakan merupakan kaum ibu meneriaki kinerja kejari Kefamenanu yang dianggap menyimpang dari aturan hukum.

Keluarga tersangka tetap menganggap telah terjadi konspirasi hukum antara pihak Kejaksaaan Negeri Kefamenanu dan hakim Pengadilan Tipikor Kupang. Pasalnya sebelum para tersangka dipindahkan ke Kupang, kasi Pidsus Kejari Kefamenanu telah berjanji akan membebaskan para tersangka, jika putusan praperadilan dimenangkan pihak pemohon. Surat eksekusi yang dimaksud Kasi intelpun dianggap keluarga tersangka, baru dikeluarkan setelah keluarga melakukan protes beberapa kali ke Kejari Kefamenanu.

Dalam dugaan kasus korupsi ruas jalan perbatasan ini, enam tersangka sementara menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Kupang. Dari keenam tersangka tersebut, tiga tersangka melalui kuasa hukumnya telah memenangkan gugatan terhadap Kejari Kefamenanu. Masing – masing dari pihak kontraktor Wilibrodus Sonbay sebagai kontraktor pelaksana CV Berkat Ilahi paket jalan Kefamenanu – Nunpo, Stefanus Ari Mendes dan Charly Jap sebagai kontraktor pelaksana PT Matahari Timur untuk paket jalan Saenan- Nunpo.