Tomas Amarasi Keluhkan Kerusakan Jalan Yang Berstatus Jalan Provinsi

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Tokoh Masyarakat (Tomas) Amarasi yang berada Kelurahan Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang mengeluhkan kerusakan pada ruas Jalan yang menghubungkan Oesao, Oekabiti dan Buraen di Kabupaten Kupang.

Keluhan itu disampaikan karena ruas jalan tersebut mengalami kerusakan yang sangat parah, namun tidak pernah mendapat perhatian pemerintah, padahal kerusakan jalan sudah terjadi belasan tahun. Uniknya lagi, jalan tersebut berstatus jalan Provinsi yang seharusnya ditangani pemerintah Provinsi NTT, atau dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT.

“Terus terang kami kecewa karena ruas jalan itu belum pernah terjamah setelah di hotmix belasan tahun lalu, padahal jalan itu merupakan jalan Provinsi,” Kata Tokoh Masyarakat Buraen, Melkisedek, kepada wartawan di Kediamannya, di dusun Sui, Kelurahan Buraen, Jumat (5/5/2017).

Melkisedek mengatakan, akibat kerusakan jalan diruas jalan itu, warga kesulitan mengakses jalun tersebut, karena berlubang, dan menjadi kubangan-kubangan dengan diameter yang cukup besar dikala hujan. Apalagi jalan tersebut merupakan salah satu jalan utama yang dilewati angkutan umum yang mengangkut manusia, maupun mengangkut hasil pertanian, dan hasil peternakan, sehingga dengan kerusakan yang terjadi sangat mengganggu aktifitas perekonomian masyarakat.

“Saat ini ditengah digalakan pengentasan kemiskinan baik itu dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Namun kerusakan jalan utama yang sudah belasan tahun tanpa dijamah sedikitpun oleh pemerintah, maka dapat dikatakan bahwa program pemerintah hanya slogan semata, tanpa ada realisasi. Terus terang kami kesal karena aktifitas terganggu, kendaraan milik kami juga banyak yang rusak, karena kerusakan yang terjadi jaraknya juga belasan kilometer,” kata Buraen.

Menurutnya, pemerintah Provinsi harus segera memperbaiki ruas jalan tersebut, agar aktifitas warga, dapat kembali normal, dan program pengentasan kemiskinan yang saat ini tengah digalakan dapat berjalan dengan baik, karena warga tidak kesulitan melakukan aktifitas.

Baca : Menteri PPA Sebut Kasus KDRT dan Kekerasan Anak di NTT Masih Tinggi

Hal yang sama juga dikatakan, Thomas Nenosiki, yang merupakan salah satu tokoh masyarakat dan Tokoh Adat Amarasi. Menurutnya, ruas jalan yang menghubungkan Oesao, Oekabiti, dan Buraen, sudah mengalami kerusakan yang sangat parah tapi tidak mendapat perhatian dari pemerintah Provinsi NTT. Ia mengaku heran dengan pemerintah yang ada saat ini karena tidak punya respon dengan keluhan warga, dan sangat berbeda ketika Amarasi masih dipimpin oleh Raja-raja terdahulu.

“Kalau jaman raja-raja di Amarasi, meraka selalu respon ketika ada kerusakan jalan yang dikeluhkan warga. Raja akan mengumpulkan masyarakat, dan dengan bergotong royong akan mengerjakan jalan yang rusak. Namun yang terjadi dijaman moderen sangat berbeda. Pemerintah tidak mendengar keluhan warga selama belasan tahun, padahal anggaran ada, dan dijaman moderen seperti saat ini semua peralatan lengkap untuk pengerjaan jalan, tapi pemerintah seperti menutup mata, dan sangat beda seperti jaman raja-raja.

Thomas juga mengaku bahwa awal jalan dikerjakan pada tahun 1970, status jalan tersebut masih berstatus jalan kabupaten, tapi terus dibenahi, oleh pemerintah Kabupaten Kupang. Namun ketika jalan tersebut dinaikan menjadi jalan provinsi, tidak ada perhatian dari pemerintah Provinsi NTT.

Lebih baik jalan ini dikembalikan menjadi jalan desa, atau jalan kabupaten, karena akan ada perhatian dari masyarakat desa, atau pemerintah Kabupaten. Percuma saja ruas jalan ini meningkat statusnya, tapi sama seperti jalan kampung,” Ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya sangat mengharapkan agar pemerintah Provinsi NTT segera memperbaiki ruas tersebut karan sudah banyak dikeluhkan masyarakat, yang umumnya berada di wilayah Amarasi Kabupaten Kupang.