April 2017, Sektor Transportasi Picu Inflasi NTT 0,24 Persen

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada April 2017 mengalami inflasi 0,24 persen dan pemicu tertinggi disumbangkan oleh kelompok transportasi.

Hal ini disampaikan Ketua Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maritje Pattiwaellapia kepada wartawan di Kupang, Selasa (2/5/2017).

Menurut Maritje, inflasi NTT 0,24 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 128,54 itu dipicu oleh adanya kenaikan indeks harga pada lima dari tujuh kelompok pengeluaran dan yang tertinggi adalah transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,94 persen.

“Selanjutnya, diikuti oleh kenaikan indeks harga pada kelompok sandang sebesar 0,85 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,29 persen,” katanya.

Maritje menyampaikan, BPS NTT menghitung tingkat inflasi di daerah tersebut dengan menggabungkan inflasi yang terjadi di dua kota indeks harga konsumen (IHK) yaitu Kota Kupang, dan Kota Maumere (Kabupaten Sikka).

Baca : 4000 Peserta Parade Likurai Meriahkan Hardiknas di Perbatasan Belu-Timor Leste

Dari dua kota IHK di Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,29 persen dengan IHK 129,57 sedangkan Kota Maumere mengalami deflasi sebesar
0,17 persen dengan IHK 121,80 persen.

“Deflasi terbesar terjadi pada kelompok bahan makanan yang mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,84 persen,” ujarnya.

Dia menambahkan, dari 82 kota sampel IHK Nasional, terdapat 53 kota yang mengalami inflasi dan sisanya, 29 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,02 persen dan terendah terjadi di Kota Cilacap dengan inflasi sebesar 0,01 persen.

Sedangkan deflasi terbesar terjadi pada kota Singaraja yang sebesar 1,08 persen dan deflasi terkecil terjadi di kota Jakarta dan Manado yang sebesar 0,02 persen.