Ketua Komisi II : Pol PP Tebang Pilih Soal Penertipan PKL di RSUD S.K.Lerik

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Komisi II, DPRD Kota Kupang menilai pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Kupang, terkesan tebang pilih dalam penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan didalam Kompleks Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) S.K. Lerik. Pasalnya pihak Pol PP hanya menertipkan empat PKL saja, sementara pedagang lain dibiarkan berjualan pada lokasi yang sama.

Demikian dikatakan Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang, Melkianus Asanab kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Kupang, Kamis (27/4/2017).

Menurutnya, kalau pihak Pol PP mau menegakan aturan, semua pedagang harus ditertipkan dan jangan terkesan pilih kasih.

Baca : ASN Pengidap HIV&AIDS Cukup Tinggi, Dinkes Kota Kupang Lakukan Sero-survey

“Masa ada sekumpulan PKL yang berjualan didalam lokasi yang sama. Hanya empat PKL saja yang ditertipkan. Bahkan pada saat penertiban, pihak Pol PP tidak merusak barang-barang milik PKL. Selain itu pihak Pol PP tidak berkomitmen dengan kesepakatan yang dibuat bersama pedagang soal tenggang waktu yang diberikan para PKL untuk meninggalkan tempat itu,” Katanya.

Kesepakatan awal dengan PKL, Kata Asanab, pada tanggal 20 maret, semua PKL harus segera meninggalkan lokasi, namun pada tanggal 16 maret pihak Pol PP datang dan membongkar paksa lapak milik para pedagang. “Yang menjadi tanda tanya, kenapa hanya lapak milik Ibu Magdalena Dillak, Ina Adu, Bernadeta, Bondima Lottu saja yang yang dibongkar, sedangkan pedagang lain tidak,” Ujarnya.

Atas dasar ketidakadilan tersebut, Lanjut Asanab, selaku ketua Komisi II, dirinya akan membuat rapat dengar pendapat (RDP) untuk membahas masalah tersebut. Namun rencana RDP tidak hanya melibatkan komisi II, tapi akan melibatkan juga Komisi I, dan Komisi IV. Pasalnya persoalan yang terjadi merupakan persoalan yang melibatkan lintas komisi, karena urusan Pol PP bidangnya Komisi I, RSUD S.K. Lerik bidangnya komisi IV, dan urusan perdagangan bidangnya Komisi II.