Dinas PUPR Terapkan Sistim Baru Pelelangan Pekerjaan

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Proses pelelangan pekerjaan fisik di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, pada tahun 2017 akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya proses pelelangan untuk pekerjaan fisik tidak menunggu kesiapan dari semua paket pekerjaan, tapi paket mana yang sudah rampung direncanakan, akan dilelang telebih dahulu.

“Untuk tahun ini kita tidak menunggu kesiapan dari seluruh paket pekerjaan, baru dilelang. Tetapi, paket mana saja yang telah siap, akan dilelang terlebih dahulu,” Kata Kadis PUPR, Beni Sain kepada wartawan di ruangkerjanya, Kamis (20/4/2017).

Dirinya mengaku, cara pelelangan tersebut ditujukan untuk mempercepat penyerapan anggaran. Sebab jikalau penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) serta Dana Alokasi Umum (DAU) terjadi keterlambatan di Kota Kupang, maka anggaran tersebut akan dipindahkan ke daerah lain yang memiliki penyerapan anggarannya tinggi.

Dirinya berharap, dalam tahun anggaran 2017 ini, seluruh paket pekerjaan yang dikelola Dinas PU Kota Kupang dapat dilelang secepatnya, agar seluruh pekerjaan juga bisa dikerjakan lebih awal, sehingga pekerjaan tersebut bisa diselesaikan secara tepat waktu. Selain itu dimaksudkan agar anggaran DAK dan DAU yang ditujukan bagi Kota Kupang, dapat diserap secara baik, dan tidak terjadi pengalihan ke daerah lain.

Baca : Perlu Persiapan Sejak Dini Hadapi Bonus Demografi

Ia juga mengaku, keterlambatan realisasi fisik untuk seluruh pekerjaan yang dikelola oleh Dinas PU Kota Kupang selama ini bukan dikarenakan adanya keterlambatan Petunjuk Teknis (Juknis) dari Kementerian PU. Melainkan, keterlambatan terjadi akibat proses perencanaan pekerjaan yang dilakukan secara paralel dalam tahun anggaran yang sama.

“untuk Juknis pekerjaan tahun anggaran 2017 dari Kementerian PU, Dinas PU telah mendapatkan asistensinya sejak tahun 2016 lalu. Namun akibat perencanaan yang dilakukan secara paralel dengan tahun anggaran, maka hal tersebut menciptakan adanya keterlambatan pada proses presentasi pekerjaan, pelelangan pekerjaan, dan juga realisasi fisiknya,” ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya menjelaskan, kedepan Dinas PU akan berkoordinasi dengan Asisten Tiga yang membidangi pembangunan di Kota Kupang, agar proses perencanaan bisa dilakukan lebih awal sebelum tahun anggaran berjalan.

Menurutnya, dengan adanya proses perencanaan pekerjaan lebih awal, diyakini seluruh realisasi fisik pekerjaan di Kota Kupang yang ditangani oleh Dinas PU, tidak akan mengalami keterlambatan lagi.