Simpan Sabu dalam Kemasan Rokok, Pemilik Toko di Bajawa Dibekuk

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) menangkap seorang pria berinisial VS yang kedapatan menyimpan sabu- sabu di dalam kemasan rokok di toko sembako miliknya di Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polda NTT, Komisaris Besar Polisi Turman S. Siregar didampingi Kabid Humas Polda NTT, Jules Abraham Abast menyampaikan hal ini kepada wartawan dalam konferensi pers di Mapolda NTT, (19/4/2017).

Kombes Turman menjelaskan, kasus tersebut terungkap berdasarkan atas informasi dan laporan warga sekitar bahwa akan dilakukan transaksi Narkotika jenis sabu- sabu oleh tersangka VS bersama jaringannya di Bajawa, Kabupaten Ngada.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Turman memerintahkan anggotanya, Subdit 1 Ditresnarkoba Polda NTT bergerak ke sasaran dan melakukan penangkapan terhadap VS di dalam tokonya di jalan S. Parman, RT.001/RW.001, Kelurahan Lebijaga, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.

“Ketika mendapat informasi pada Selasa 11 April 2017, anggota subdit 1 Ditresnarkoba Polda NTT langsung terjun ke lapangan untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka,” ungkap Turman.

Dijelaskan, saat dilakukan penggeledahan terhadap yang bersangkutan, ditemukan pada badan atau tangan VS sebanyak 1 (satu) paket yang diduga narkotika jenis sabu- sabu yang diselipkan dalam bungkusan rokok.

Baca : Angkut Dua Ton BBM Tanpa Dokumen, Nakhoda Kapal Diamankan Polisi

Selanjutnya dilakukan interogasi tersangka dengan inisial VS mengakui bahwa barang/ paket narkotika jenis sabu- sabu tersebut adalah miliknya.

“Saat ini tersangka dan barang bukti tersebut dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda NTT untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Barang bukti yang berhasil disita berupa 1 (satu) paket plastik klip bening yang diduga narkotika jenis sabu yang disisipkan di dalam bungkusan rokok merk Marlboro ice blast, 1 (satu) buah handphone (HP) merk Samsung S7 berwarna kuning emas dan 1 (satu) buah HP merk Samsung Duos berwarna biru gelap.

Selain itu, 3 (tiga) batang pipet sedotan plastik berwarna putih, 1 (satu) buah pipet kaca yang dibungkus dengan tissue berwarna putih serta 1 (satu) alat timbang digital berwarna silver.

Turman menambahkan, terhadap tersangka disangkakan Pasal 112 ayat (1) Undang- Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda pidana paling sedikit Rp.800 juta dan paling banyak Rp.8 miliar.