PAUD Sebagai Investasi Wujudkan SDM Berkualitas

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pengembangan terhadap pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan sebuah investasi jangka panjang guna mewujudkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang lebih berkualitas. Karena itu, diperlukan sinergitas semua pihak untuk membangun sumber daya yang dimulai dari desa.

Hal ini mengemuka dalam talk show nasional bertajuk “Membangun Sumber Daya dari Desa, Membangun Indonesia”, digagas oleh Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC) – Save the Children yang diselenggarakan di Kupang, Kamis (20/4/2017).

Talk show tersebut menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya Direktur Pelayanan Sosial Dasar – Kemendesa PDT RI, Dr Hanibal Hanibi M.Kes, Direktur Pembinaan PAUD – Kemendikbud RI, R Ella Yulaelewati R, MA, Phd, Field Manager Yayasan Sayangi Tunas Cilik, Didiek Eko Yuana, Kepala Desa Manlea, Rony Seran, Kepala Desa Jenilu, Petrus Kapir.

Direktur Pembinaan PAUD – Kemendikbud RI, R. Ella Yulaelawati saat memaparkan materinya mengatakan, pendidikan anak usia dini merupakan investasi terbesar dan berdampak pada pembangunan global sesuai dengan Sustainable Development Goals Nomor 4.2 tentang pendidikan anak usia dini.

“Bahwa semua anak baik perempuan maupun laki- laki harus memiliki akses ke pengembangan anak usia dini yang berkualitas sehingga mereka siap untuk jenjang pendidikan sekolah dasar. Artinya, anak- anak perlu dipersiapkan dengan baik menuju sekolah dasar,” kata Ella.

Direktur Pelayanan Sosial Dasar – Kemendesa PDT RI, Hanibal Hanibi memaparkan terkait integrasi dan inovasi Kemendesa dan Kemendikbud dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak dini.

Hanibal mengatakan, dengan adanya prioritas dana desa yang didekritkan oleh Kementerian Desa Transmigrasi dan Daerah Tertinggal, maka semua desa yang mendapatkan dana desa untuk mempersiapkan diri dalam mengembangkan pendidikan anak usia dini.

Baca : Perlu Persiapan Sejak Dini Hadapi Bonus Demografi

“Hal ini dimaksudkan agar anak- anak atau generasi masa depan bangsa dengan usia emasnya bisa mendapatkan kualitas pendidikan terbaik dan yang terpenting adalah pendidikan yang berpihak pada anak- anak,” ujar Hanibal.

Bupati Belu, Willy Lay mengemukakan, pengembangan pendidikan usia dini perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, baik terhadap anak- anak usia dini maupun para tenaga pendidik, karena mengurus PAUD juga dibutuhkan pengorbanan.

Meski begitu, kata dia, pemerintah kabupaten Belu sendiri belum bisa berbuat banyak untuk menjawabi kendala terkait pendapatan guru PAUD yang masih sangat rendah di daerah yang baru dipimpinnya itu. Persoalannya adalah terkendala pada anggaran daerah yang sangat terbatas.

Untuk itu, dia berharap adanya intervensi anggaran baik dari pemerintah pusat maupun provinsi, sehingga dapat menunjang berbagai kendala yang berkaitan dengan upaya memaksimalkan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Belu. “Kami masih perlu dibantu agar semua bisa berjalan maksimal, termasuk pendapatan guru Paud,” katanya.

Field Manager Yayasan Sayangi Tunas Cilik – Save the Children, Didiek Eko Yuana mengatakan tujuan diadakannya talk show tersebut, yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat luas dan pemangku kepentingan terkait, tentang pentingya membangun sumber daya manusia Indonesia dari desa melalui pendidikan anak usia dini.

“Diharapkan dengan adanya talk show ini, semua mitra bisa bekerja bersama- sama dalam mewujudkan desa lebih peduli dengan perkembangan pendidikan anak usia dini, dengan mengalokasikan dana desa yang sudah didapatkan, sebagai salah satu program dimensi pembangunan Indonesia,” tandasnya.