Rayakan Kebangkitan Kristus, Umat Sukabiren Nyalakan Ribuan Lilin di Sepanjang Jalan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Merayakan kebangkitan Yesus Kristus umat Kristiani St.Ignasius Loyola Sukabiren Paroki Sta. Imaculata Katedral Atambua menyalakan ribuan lilin di sepanjang jalan lingkungan Sukabiren, Kelurahan Rinbesi, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu, Perbatasan RI-Timor Leste.

Pantauan NTTOnlinenow.com, Sabtu (15/4/2017) malam sekitar pukul 21.30 Wita, warga Sukabiren yang telah selesai mengikuti misa malam Paskah Sabtu Haleluya menyalakan lilin di sepanjang jalan depan rumah. Adapun lilin-lilin disusun satu persatu dengan jarak setengah meter.

Mulai dari cabang jalan apodeti depan toko sinar gemilang, cabang menuju Kantor Lurah, jalur menuju batas tanam merah dan menuju arah tokoh Angkasa Ria jalan raya dipenuhi dengan nyala lilin. Suasana nyala ribuan lilin itu dimanfaatkan warga lingkungan bahkan warga dari lingkungan lain yang melintas untuk berfoto-foto.

Salah seorang umat lingkungan setempat Pius Fahik kepada NTTOnlinenow.com menuturkan, mengenang sengsara dan wafatnya Yesus Kristus sampai dengan kebangkitannya, kami ada beberapa kegiatan yang diawali dengan kegiatan minggu palem.

Setelah itu kami melaksanakan yang namanya silentium magnum atau hening agung di hari jumat agung dengan tujuan untuk kami berdiam diri dalam lingkungan, berdiam diri di dalam rumah untuk kembali merefleksi mengenangkan sengsara dan wafatnya Yesus Kristus akibat dosa dan salah yang kami perbuat.

Baca : Umat Katolik di Stasi Asueman Jalan Salib Hidup

Lanjut Pius, untuk merayakan kebangkitan Yesus Kristus sebagai pembawa terang ilahi, kami umat Katolik di lingkungan Igansius Loyola bersepakat untuk membakar lilin yang melambangkan cahaya Kristus, cahaya terang ilahi malam ini dikenangkan sebagai hari kemenangan.

“Dengan menyalakan lilin malam ini kami umat katolik Sukabiren merayakan kemenangan Yesus Kristus yang bangkit,” ujar dia.

Harapan, dengan rangkaian kegiatan Paskah yang dilaksanakan dalam lingkungan Sukabiren bisa berdampak pada seluruh umat Katolik di Keuskupan Atambua. Kami juga sangat berharap, kedepan mungkin ini harus dilaksanakan secara Keuskupan, karena dengan berdiam diri dalam lingkungan dan rumah.

Dijelaskan, memang betul-betul punya dampak besar dan kami merasakan dampak yang positif. Karena ketika kami melaksanakan silentium magnum, banyak kaum muda yang biasanya ugal-ugalan dengan motor dan kegiatan yang tidak bermanfaat bagi diri dan orang banyak, mereka betul-betul menghayati itu sampai berdiama diri tidak keluar dari lingkungan.

“Kalau boleh kegiatan ini bisa dilakukan oleh seluruh Keuskupan. Karena jangan merayakan dengan membakar lilin sebanyak ini, tapi bagaimana bisa membuat seseorang itu hatinya tergerak untuk kembali mengenang sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus,” pinta Pius.