Bau Busuk Sisa Limbah Ikan di Pasar Baru Atambua

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Setiap warga yang melintas atau mengunjungi pasar ikan di jalur Vetor Lidak, Kelurahan Beirafu, Kabupaten Belu pasti selalu menutup hidung.

Pasalnya, bau tak sedap yang menyengat dari kompleks pasar ikan tidak bisa dihindari oleh warga yang pengunjung maupun yang sekedar melintas.

Pantauan NTTOnlinenow.com, Kamis (13/4)2017), aroma tak sedap yang menyengat hingga warga merasa sesak napas dan mual berasal dari bak sampah yang ditempatkan di pinggir jalan raya.

Dua puluh meter dari kompleks pasar ikan aroma sudah tercium. Setiap warga yang sedang jalan melintas samping bak itu selalu berjalan cepat bahkan ada yang lari-lari karena tidak bisa menahan bau busuk sisa limbah ikan yang dibuang ke dalam bak sampah tersebut.

Leontinus salah soerang warga Beirafu kepada NTTOnlinenow.com usai belanja ikan mengatakan, dirinya terpaksa harus menutup hidung karena tidak menahan bau menyengat yang berada di sekitarn kompleks pasar ikan.

“Kita mau bernafas susah karena bau tajam sekali. Terpaksa saya harus tutup hidung, tapi bau tetap tembus,” ujar dia.

Baca : Disperindag Belu Pantau Harga di Pasar

Dikatakan, bau menyengat sisa kotoran ikan bisa mempengaruhi kesehatan seseorang. Selain itu juga kebersihan di kompleks pasar baru atambua, tingkat kesadaran pedagang masih rendah tidak membuang sampah masih pada tempatnya.

“Kita harap ada perhatian serius dari Pemerintah terkait kebersihan tidak saja di pasar ikan tapi seluruh kompleks pasar baru,” ucap dia.

Senada dikeluhkan Marianus pengunjung lainnya. Dirinya harus menutup hidung karena bau tak sedap. Kondisi tersebut harus ditindaklanjuti Pemerintah dalam hal ini instansi terkait yang menangani kebersihan. Karena kalau ini terus dibiarkan bisa sebabkan penyakit bagi warga.

Dikatakan, ini jantung kota Atambua, apa kata warga luar kota yang melintas jalur pasar ikan kalau menghirup bau busuk sisa limbah ikan. Kemungkinan bau diakibatkan pedagang sembarang membuang kotoran, sisa air cucian ikan dan daging tidak pada tempatnya.

“Yang saya kawatirkan, jangan sampai warga luar kota yang melintas jalur ini bicara pasar ikan kok bau sekali. Kita minta Pemerintah serius perhatikan kebersihan pasar,” pungkas dia.