81 Rombongan Ikuti Prosesi Pawai Paskah 2017

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Sebanyak 81 rombongan peserta akan mengikuti prosesi pawai Paskah Pemuda Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) ke-21, yang akan diselenggarakan pada 17 April 2017. Titik star dari depan Gereja Anugerah Naikoten dan finis di Gereja Talitakumi Pasir Panjang, Kota Kupang.

Hal ini disampaikan Ketua Panitia Perayaan Paskah Pengurus Pemuda (PP) Sinode GMIT ke-21, Elfrid Veisel Saneh didampingi Ketua Pengurus Pemuda GMIT, David Natun dan Koordinator Seksi Prosesi Panitia Perayaan Paskah, Alain Oematan dalam jumpa pers di gedung kantor Sinode GMIT, Sabtu (8/4/2017).

Elfrid menjelaskan, dari 81 rombongan peserta tersebut dibagi kedalam 3 kelompok, yakni barisan pemandu terdiri dari 15 perwakilan klasis. Selanjutnya adalah barisan peran sebanyak 51 rombongan yang diwakili oleh GMIT/ Denominasi/ PPA/ PD/ PT. Terakhir adalah barisan pujian sebanyak 15 peserta yang juga berasal dari GMIT/ Denominasi/ PT.

“Penyelenggaraan prosesi pawai Paskah Pemuda GMIT 2017 memfokuskan pada bagaimana kualitas pelayanan ini benar- benar mumpuni sehingga apa yang menjadi semangat dan pesan dari kegiatan ini benar tersampaikan dan sesuai kehendak Kristus,” katanya.

Dengan demikian, menurut Elfrid tidak semua gereja atau lembaga dengan mudah mendapatkan peran yang dirancang oleh Tim Skenario Prosesi Paskah PP GMIT, kerena semua gereja atau lembaga apapun di-casting dan didampingi dalam pelatihan peran yang akan dimainkan atau ditampilkan.

“Hal ini untuk memastikan setiap peran yang dimainkan benar- benar tersampaikan pesannya kepada jemaat atau masyarakat yang menyaksikan prosesi pawai Paskah yang ke 21 tahun 2017 ini,” ungkapnya.

Dia menambahkan, berkaca dari 20 tahun penyelenggaraan prosesi paskah Pemuda GMIT, maka prosesi pawai Paskah Pemuda GMIT 2017 terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan ini sehingga pesan tentang kemenangan orang Kristen melalui kematian Kristus tersampaikan.

“Sehingga hal ini diharapkan membawa pembaharuan iman dan membentengi pemuda Kristen dalam peradaban kehidupan sampai saat ini,” tandasnya.

Ketua Pengurus Pemuda GMIT, David Natun mengatakan perayaan Paskah tahun 2017 mengangkat thema “Kebangkitan Kristus Membebaskan Kita dalam Kuasa Kematian” (Roma 6: 10).

Selaras dengan thema diatas, menurut David, Pengurus Pemuda Sinode GMIT memandang perlu bahwa perayaan Paskah 2017 ini bukan sekedar memeriahkan tetapi sebuah proses refleksi dimana paskah adalah tentang kematian dan kebangkitan Kristus.

“Paskah adalah tentang sebuah perayaan kemenangan iman. Paskah adalah sebuah suka cita karena Yesus Kristus telah mengalahkan kuasa maut. Paskah adalah proklamasi bahwa Yesus telah memerdekakan kita dari dosa,” ujarnya.

David menambahkan, di tahun 2017 ini Pengurus Pemuda Sinode GMIT melakukan sejumlah kegiatan terkait dengan perayaan paskah diantaranya Pemutaran film rohani, Diakonia pembangunan bagi Jemaat GMIT Musafir Danirae di Klasis Sabu Timur, Aksi donor darah dengan mengumpulkan sebanyak 51 kantong darah bekerja sama dengan PMI NTT.

Selain itu, Malam Refleksi Paskah yang akan dilaksanakan pada Senin 10 April 2017 di GMIT Karmel Fatululi pada pukul 18.00 Wita. Workshop pelatihan peran di tujuh titik yang tersebar di enam Klasis di daerah pelayanan GMIT dan puncaknya adalah prosesi Paskah Pemuda Sinode GMIT yang ke- 21 tahun 2017.