TNI Gandeng Warga Fatulotu Tanam Pohon Jaga Kelestarian Sumber Mata Air Lahurus

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Koramil 1605-08/Haekesak bersama Pemerintah Kecamatan Lasiolat, Polsek Lasiolat, Kepala Desa dan warga Fatulotu melaksanakan kegiatan kerja bakti penanaman ratusan anakan pohon Mahoni di sekitar lingkungan sumber mata air Lahurus, Desa Fatulotu, Kecamatan Lasiolat, Jumat (7/4/2017).

Aksi penghijauan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan yakni melestarikan sumber mata air Lahurus yang menjadi salah satu sumber utama mensuplay air bagi warga di Kota Atambua dan sekitarnya di Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan RI-Timor Leste.

Selain fokus penanaman di sekitar sumber air Lahurus, bersamaan dilakukan juga kegiatan penanaman anakan pohon Mahoni di dua titik berbeda yakni di sekitar lapangan Raman Cruzz lokasi Kantor Kecamatan Lasiolat serta kawasan hutan adat dalam wilayah setempat. Total anakan pohon Mahoni yang ditanam di tiga titik berbeda itu berjumlah 500 anakan pohon.

Danramil Haekesak Kapten inf. Yonatan Ndoluanak mengatakan, inti kegiatan penghijauan di tiga titik dalam wilayah Lasiolat ini sebagai kepedulian Kodim 1605/Belu melalui Koramil Haekesak terhadap kelestarian sumber mata air lahurus juga hutan adat dan lingkungan di lapangan kantor Camat sehingga tetap terjaga kelestarian alamnya.

Sekcam Lasiolat Marselinus mengatakan, kegiatan penanaman pohon bersama Koramil Haekesak, Polsek dan warga Fatulotu guna menahan terjadinya erosi di sekitar sumber mata air Lahurus sekaligus mempertahankan dan menjaga kelestariannya.

“Sehingga debit airnya tidak berkurang dan tetap memenuhi kebutuhan air bersih untuk warga setempat juga warga Kota Atambua,”

Kepala Desa Fatulotu, Marches Pahceco mengharapkan, kedepan kegiatan penghijauan terus dilakukan. Selain menjaga kelesatrian alam juga memupuk kebersamaan antara sesama aparat TNI, Polri dan warga dalam gotong royong memelihara pohon yang ada juga yang baru ditanam.

“Kita ingin sumber mata air ini tetap terjaga sampai anak cucu yang akan datang. Kedepan apabila ada penghijauan bisa ditanam jenis pohon lain, jati lokal atau putih, sehingga hasilnya bisa menambah penghasilan bagi warga,” ujar Pacheco.

Sementara itu Moruk Hale Maksimus mewakili tokoh masyarakat Lasiolat menuturkan, penghijauan disekitar sumber air Lahurus sangat penting, mengingat beberapa tahun lalu debit mata air sempat menurun dan tidak bisa disuplay ke sekitar wilayah Kota Atambua.

“Kalau bisa setiap tahun dilakukan  penanaman pohon, sehingga lingkungan baik sumber air Lahurus, juga hutan adat maupun hutan lindung yang ada di wilayah Belu tetap terjaga kelestarian alamnya,” pinta Hale.