Tiga Jenderal Asal NTT Hadiri Pengukuhan Status Polda Tipe A

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Acara pengukuhan peningkatan tipologi Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Tipe B menjadi Tipe A, ikut dihadiri oleh tiga orang putra asal NTT yang saat ini berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen).

Ketiga jenderal bintang satu tersebut, yakni Brigjen Polisi Joni Asadoma (Karomisinter Divhubinter), Brigjen Polisi Rudolf Alberth Roja (Karo Provos Divpropam) dan Brigjen Polisi Heri Rudolf Nahak (Dirtipidum Bareskrim Polri).

Kehadiran ketiganya untuk mendampingi Wakapolri, Komisaris Jenderal (Komjen) Syafruddin pada acara pungukuhan tipologi Polda NTT dari Tipe B menjadi Tipe A, Jumat (7/4/2017) di Mapolda NTT di Kupang.

Kenaikan tipologi Polda NTT dari Tipe B menjadi Tipe A mendapat apresiasi dari ketiga jenderal asal NTT. Selain apresiasi, ketiga Jenderal asal NTT menekankan perlunya peningkatan pelayanan.

Brigadir Jenderal Polisi Joni Asadoma, kepada wartawan di ruangan VIP Lanud El Tari Kupang, Kamis (6/4) mengatakan, sudah sepantasnya tipologi Polda NTT ditingkatkan dari Tipe B menjadi Tipe A.

Pasalnya, Provinsi NTT letaknya sangat strategis kerena berbatasan dengan dua negara yakni berbatasan laut dengan negara Australia dan berbatasan darat dengan negara Timor Leste.

Dia juga mengungkapkan, dengan adanya peningkatan tipe tentunya tantangan yang dihadapi pun semakin berat, sehingga Polda NTT diharapkan adanya peningkatan pelayanan yang makin baik, lebih profesional dan semakin mampu menjawab tantangan tugas kedepannya.

“Tugas kedepan akan sangat berat dihadapi. Kita berharap pelayanan makin baik dan lebih profesional, juga diharapkan dapat mengungkap kasus-kasus yang sifatnya lintas negara dengan melibatkan kejahatan yang terorganisir,” tandas Jenderal Joni.

Sementara itu, Karo Provos Divpropam, Brigadir Jenderal Rudolf Albert Rodja mengatakan, peningkatan Polda NTT dari Tipe B menjadi Tipe A bukan hanya sebatas acara seremonial namun lebih dari itu adalah peningkatan pelayanan terhadap masyarakat dan adanya peningkatan kinerja dari seluruh anggota Polri jajaran Polda NTT.

“Harus ada peningkatan pelayanan dan peningkatan kerja dari semua anggota supaya apa yang diinginkan masyarakat dapat tercapai,” ungkapnya.

Dirinya juga mengatakan, dengan kenaikan Tipe Polda tentunya Mabes Polri akan mengikutsertakan sarana dan prasarana dan penambahan personil. Penamabahan sarana dan prasarana dan penambahan personil itu sudah pasti,” ujarnya Jenderal Rudolf.

Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Heri Rudolf Nahak mengatakan, kenaikan Tipe Polda NTT pertanda bahwa tantangan keamanan di NTT semakin tinggi sehingga Pimpinan Polri mempercayakan yang menjabat Kapolda dengan pangkat Jenderal Bintang Dua.

Dia berharap, dengan peningkatan tipe tersebut dapat dibarengi pula dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat, sumber daya manusia, dan sumber daya yang lainnya pun semakin baik.

“Peningkatan tipe Polda NTT adalah sebenarnya merupakan kesempatan bagi Polri untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Jenderal Heri.

Jenderal Heri juga mengatakan, seiring dengan peningkatan Tipe Polda NTT, tentunya akan diikuti dengan peningkatan Polsek-Polsek di kabupaten di wilayah jajaran Polda NTT yang belum ditingkatkan statusnya menjadi Polres.