Banyak Orang Depresi Berkeliaran Tanpa Busana, RPK Koordinasi Dengan Dinsos

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Banyak ditemukan orang yang mengalami gangguan jiwa di Kota Kupang, baik yang berjenis kelamin perempuan, dan laki-laki yang bersiliweran tanpa busana, LSM Rumah Perempuan Kupang, (RPK) melakukan konsultasi soal penanganan orang gangguan jiwa ke Dinas Sosial Kota Kupang.

“Kami belum lama mendapat laporan ditemukannya seorang perempuan yang tidak berbusana, selain itu di wilayah Kelurahan Nefonaek ada juga orang yang mengalami depresi berkeliaran dan memamerkan alat vitalnya dihadapan banyak orang, sehingga kami ingin berkonsultasi dengan dinas Sosial apakah ada cara penanganan bagi orang yang mengalami gangguan jiwa tersebut. Apalagi saat ini, RPK juga menampung seorang perempuan yang mengalami depresi berat,” kata Direktris Lembaga Rumah Perempuan Kupang Libby Ratuarat-Sinlaeloe saat melakukan konsultasi dengan Kepala Dinas Sosial Kota Kupang Felisberto Amaral di Kantor Dinsos, Kamis (6/4/2017).

Menurutnya, belum lama ini pihaknya kembali menemukan salah satu wanita yang tak berbusana di Kelurahan Oesapa, sehingga perempuan tersebut telah dibawah ke shelter rumah perempuan Kupang untuk ditampung sementara, namun karena pihaknya tidak mempunyai basic untuk penanganan korban yang mengalami gangguan jiwa, sehingga kami mengharapkan pihak pemerintah, dalam hal ini dinas Sosial maupun Dinas kesehatan Kota Kupang, bisa memberikan perhatian lebih kepada mereka.

“Secara kemanusian kami tidak mungkin membiarkan perempuan tersebut berkeliaran tanpa busana di dalam hutan Oesapa, sehingga untuk sementara kami menampungnya, namun disisi lain kami juga kesulitan untuk menanganinya, baik secara medis, maupun pembiayaannya. kami sudah laporkan ke Polsek Kalapa Lima. Sehingga dengan berkonsultasi mungkin ada langkah penanganan terhadap korban tersebut,” Katanya

Pada kesempatan itu, Libby juga meminta kepada Kadis Dinsos untuk melakukan koordinasi dengan pihak Pemprov agar Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata difungsikan untuk menampung pasien yang mengalami gangguan jiwa. Apalagi pembangunan RSJ pasti ada tujuannya, sehingga keberadaan RSJ harus difungsikan untuk menampung orang yang mengalami gangguan jiwa di Kota Kupang.

“Kami sudah menghubungi pihak dinsos Provinsi  tapi tidak ada respon. Apakah  penanganan orang mengalami sakit jiwa tidak menjadi skala prioritas, sedangkan binatang saja dipelihara dengan baik oleh manusia. Apalagi kita semua menghargai harkat dan martabat manusia, sehingga kita juga harus memperhatikan orang yang mengalami gangguan jiwa,” ujarnya.

Menanggapi permintaan dari Direktris RPK, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang Felisberto Amaral mengaku sangat berterimakasih atas inisiatif dari Lembaga RPK yang memberikan perhatian khusus kepada orang mengalami gangguan jiwa di Kota Kupang. Dirinya berjanji apa yang menjadi masukan dari RPK akan menjadi perhatian serius dari Dinsos untuk segera diambil tindakannya.

“Untuk saat ini, dalam penanganan orang gangguan jiwa ini hanya sebatas memenuhi akan kebutuhannya, namun soal penanganan lebih lanjut kami akan melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan pihak Dinsos Provinsi NTT. Sementara menyangkut pasien yang sementara ditampung di RPK akan saya konsultasikan dengan bawahan saya soal mekanisme penanganannya,” Kata Amaral