Mazmur Chorale Berduka, Konduktor Andrew Masemana Tutup Usia

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Segenap anggota Paduan Suara (PS) Mazmur Chorale asal Kota Kupang yang sudah terkenal hingga ke mancanegara, dilanda duka cita mendalam setelah mendapat kabar meninggalnya sang konduktor, Andre Masemana (30).

Andrew yang dikenal sebagai pria multitalenta itu menghembuskan napas terakhir pada Selasa (4/4/2017) sekitar pukul 04.00 Wita, di Rumah Sakit Prof. W.Z. Johannes Kupang. Ia sempat dirawat beberapa hari sebelumnya karena mengeluhkan sakit.

Pria kelahiran 30 April 1987 di Kupang ini meninggalkan seorang istri. Dari pernikahan dengan istrinya, Ningsih Taduhungu pada awal November 2013 itu belum sempat dikaruniai buah hati. Rencananya almarhum akan dimakamkan pada, Rabu (5/4) di Sikumana Kupang.

Terpantau, kabar meninggalnya Andrew Masemana itu seketika ramai diperbincangkan di media sosial, salah satunya adalah di facebook. Banyak dari teman, kerabat dan juga kenalan yang mengunggah foto almarhum berikut ungkapan belasungkawa sambil mendoakan semoga tenang dan mendapatkan tempat yang layak disisi-Nya.

Salah satu rekan almarhum yang tergabung dalam PS Mazmur Chorale, Yuni Abel mengungkapkan duka mendalam atas meninggalnya sang konduktor Andrew Masemana, yang karena tangan dinginnya berhasil membawa paduan suara tersebut meraih sejumlah prestasi dalam ajang lomba paduan suara, dari tingkat daerah bahkan sampai internasional.

Di mata Yuni dan teman- teman, sosok Andrew adalah pria muda multitalenta yang hebat. Beberapa talenta lain yang dimiliki almarhum antara lain terampil bernyanyi, terampil berbicara sebagai penyiar atau protokol (master of ceremony/ MC), terampil dalam merias wajah atau mendandani orang, terampil dalam menari, dan terampil juga dalam bermain musik khususnya musik tradisional.

Baca : Philips Giri, Wartawan Sinar Harapan Meninggal Dunia

“Banyak kenalan Andrew Masemana cuma tahu ia adalah pria muda multitalent, ramah, humoris dan cekatan, tapi kami keluarga besar Mazmur Choral diijinkannya melihat terlalu banyak kekurangan yg ia punyai.. dan itulah yg kami takkan lihat lagi mulai hari ini,” tulis Yuni pada akunnya.

Dia juga mengungkapkan, bahwa almarhum Andrew Masemana adalah sosok atau pribadi yang percaya pada keajaiban yang bisa dilakukan siapa saja jika ada usaha. Bahkan, lebih dari itu, ia adalah pejuang yang tak ragu merubah keadaan susah jadi penuh semangat baru.

“Semua bangga pada mu dre, kita pernah berlaga atas nama negara sampai memperdengarkan lagu Indonesia Raya di Eropa, melihat merah putih berkibar.. satu- satunya champion bagi Indonesia. Maka bagiku, kamu juga pahlawan negara. Ini tak semua tahu..,” tulisnya.

Untuk diketahui, paduan suara asal Kota Kupang, Mazmur Choral meraih hasil yang spektakuler dalam World Choir Games 2014 yang digelar di Latvia 9-19 Juli 2014 lalu. Mazmur Choral berhasil menyelamatkan Indonesia setelah menjadi satu-satunya paduan suara yang meraih gelar the champions.

Atas prestasinya itu, Mazmur Choral kemudian didaulat untuk tampil dalam acara penutupan yang digelar Sabtu (19/7/2014) malam. Mazmur Choral merebut medali emas untuk kategori gospel. Musik gospel adalah sebuah genre musik yang dicirikan oleh vokal yang dominan.

Selain meraih medali emas untuk kategori gospel, Mazmur Choral juga merebut medali emas untuk kategori folklore. Di kategori ini, Mazmur Choral berada di posisi keempat peraih medali emas. Satu medali lainnya direbut Mazmur Choral dari kategori mixed chamber. Di kategori ini, Mazmur Chorale merebut medali perak.

Selamat jalan pria multitalenta, Andrew Masemana.. Bernyanyilah bersama para malaikat di Surga.. Semoga damai disisi-Nya !