Belasan Hektare Tanaman Siri dan Sawah di Belu Tertimbun Longsor

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah perbatasan Belu dan Timor Leste dalam sepekan terkahir menyebabkan tanah longsor dan menimbun tanaman siri, persawahan milik warga Desa Fatulotu, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu, Timor Barat, Minggu (2/4/2017).

Kepala Desa Fatulotu, Marques Paceco yang dihubungi media, Senin (3/4/2017) membenarkan, tidak ada korban jiwa dalam bencana tanah longsor. Namun belasan hektare lahan perkebunan milik warga rusak berat akibat tertimbun tanah longsor.

Pusat kejadian longsor berlokasi di kampung Motur, Dusun Takarabat. Akibat bencana tersebut kurang lebih lima sampai sepuluh hektare lahan perkebunan milik warga yang ditanami pohon siri dan satu hektare lahan sawah tertimbun material longsor.

Baca : Anggota TNI di Perbatasan Belu-Timor Leste Tes Urine

“Di dalam lahan kebun itu ada tanaman pohon siri buah dan siri daun. Tanaman siri itu kurang lebih ada sekitar lima ribu lebih pohon,” papar dia.

Selain itu bencana tanah longsor juga telah merusak lahan persawahan warga. Akibatnya sekitar satu hektare lebih sawah warga yang telah ditanami padi terendam air, tertimbun batu-batuan dan tanah longsor. “Kejadiannya mulai kemarin sore sampai tadi malam setelah hujan besar yang turun dari siang,” sebut dia.

Dijelaskan, kejadian tersebut telah disampaikan ke Camat Lasiolat untuk diketahui. Dan Camat meminta agar pihak Pemerintah Desa segera memberikan laporan resmi secara tertulis kepada instansi teknis yakni dinas penanggulangan bencana daerah Kabupaten Belu.

“Saya sudah turun lokasi dan data ada 17 kepala keluarga yang punya lahan longsor itu. Ada dua KK yang rumahnya jarak sekitar delapan meter dari longsor dan sudah saya pindahkan ke keluarga dekat supaya aman,” ujar Paceco.