Fasilitas Terbatas UNBK SMU Berlangsung Tiga Sesi

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Sebanyak ratusan siswa yang tersebar pada 7 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur hari ini Senin (03/04) mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Berbagai persiapan pun dilakukan untuk mengantisipasi kendala saat ujian, seperti jaringan internet dan genzet untuk mengantisipasi padamnya jaringan listrik.

Menurut pengakuan seorang peserta UN dari SMA Negeri I Kefamenanu, Angelina Kristiani Ngepi bahwa pada hari pertama mata pelajaran yang diuji yakni bahasa Indonesia. UN berbasis Komputer ini diakui baru pertama kali diikuti namun dalam menjalaninya tidak ada kendala.

“Hari ini kami ujian mata pelajaran bahasa Indonesia. Ujian online ini baru pertama kali kami ikuti namun semua berjalan baik dan lancar. Tidak terlalu sulit untuk ujian adalah mata pelajaran bahasa Indonesia. Meskipun ujian nasional berbasis komputer ini baru pertama kali diikuti namun tidak ada kendala yang berarti”, ungkap Angelina kepada sejumlah media.

Dan untuk mengantisipasi kendala teknis yang bakal dihadapi oleh para siswa, panitia penyelenggara sudah berkoordinasi dengan pihak PLN dengan menyediakan genzet.

Sedangkan untuk jaringan internet sudah disiapkan para teknisi meskipun sehari sebelumnya jaringan internet sempat tidak berfungsi hampir satu hari penuh.

Baca : PLN NTT Dukung Pasokan Listrik Jelang UNBK 2017

Kepala sekolah SMAN I Kefamenanu, Yoseph Obe menjelaskan, sesuai jadwal ujian nasional berbasis komputer akan berlangsung selama empat hari.

“UN Online ini akan berlangsung selama empat hari. Pada hari pertama, mata pelajaran yang diuji yakni bahasa Indonesia, hari kedua Matematika, hari ketiga Bahasa Inggris dan hari keempat mata pelajaran pilihan”, jelas Kepsek Yoseph Obe.

Lanjutnya, “Khusus untuk SMA Negeri I Kefamenanu diikuti oleh 194 peserta yang dibagi dalam tiga sesi yakni pagi, siang dan sore hari disesuaikan dengan fasilitas komputer yang hanya berjumlah 70 perangkat”.

Pihak sekolah berharap ujian kali ini bisa mencapai kelulusan 100 persen seperti ujian berbasis kertas, meskipun baru pertama kali sekolah mereka mengikuti ujian berbasis komputer.